Bisnis / Energi
Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB
Blokade Selat Hormuz oleh AS (freepik)
Baca 10 detik
  • Harga minyak Brent dan WTI melemah pada Rabu, 6 Mei 2026, setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut.
  • Pelemahan harga dipicu sinyal Presiden AS Donald Trump mengenai potensi kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Iran.
  • Normalisasi pasokan dari kawasan Timur Tengah diharapkan terjadi setelah AS menghentikan sementara operasi pengawalan di Selat Hormuz.

Suara.com - Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu 6 Mei 2026, menandai penurunan hari kedua berturut-turut. 

Pelemahan ini dipicu oleh ekspektasi bahwa pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah akan kembali normal, setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal peluang kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Iran.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Juli turun sebesar 1,52 dolar AS atau 1,38 persen menjadi 108,35 dolar AS per barel pada pukul 01:03 GMT (08:03 WI), setelah sebelumnya merosot 4 persen. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak Juni turun 1,50 dolar AS atau 1,47 persen  ke level 100,77 dolar AS per barel, menyusul pelemahan sebesar 3,9 persen pada penutupan hari sebelumnya.

Secara mengejutkan pada hari Selasa, Trump menyatakan, akan menghentikan sejenak operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz

Ia berdalih adanya kemajuan dalam kesepakatan komprehensif dengan Iran, meskipun tidak merinci isi kesepakatan tersebut. 

Donald Trump [The White House]

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Teheran mengingat waktu yang masih sangat dini pada Rabu pagi di sana.

Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. 

Selat Hormuz, yang biasanya menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia, telah terputus total sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu.

Baca Juga: Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok

Hilangnya pasokan ke pasar global tersebut telah melambungkan harga minyak, di mana pekan lalu Brent diperdagangkan pada level tertinggi sejak Maret 2022.

"Kami telah sepakat bahwa meski blokade tetap berlaku penuh, 'Project Freedom' akan dihentikan untuk waktu singkat guna melihat apakah perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani," tulis Trump melalui media sosialnya.

Pengumuman Trump muncul hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan keterangan pers mengenai upaya pengawalan tanker yang terdampar di Selat Hormuz, yang baru saja dimulai pada Minggu lalu.

Sebelumnya pada hari Senin, militer AS menyatakan telah menghancurkan beberapa kapal kecil Iran, serta rudal penjelajah dan drone, saat memandu dua kapal keluar dari Teluk melalui selat tersebut.

Penutupan Selat Hormuz telah menguras cadangan minyak global karena perusahaan penyulingan berupaya menutupi kekurangan pasokan.

Berdasarkan data American Petroleum Institute (API) yang dikutip sumber pasar pada Selasa, stok minyak mentah AS turun selama tiga minggu berturut-turut, diikuti oleh penurunan stok bensin dan distilat.

Load More