Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyayangkan adanya praktik penyelewengan bantuan sosial (bansos) oleh pejabat daerah di tengah upaya pemerintah pusat mengentaskan kemiskinan. Di sisi lain data anggaran bansos dari tahun ke tahun cenderung meningkat.
Ironisnya kondisi ini justru dimanfaatkan oleh oknum pemerintah daerah untuk memasukkan nama-nama yang seharusnya tidak layak mendapatkan bansos. Nama-nama tersebut, imbuh Sri Mulyani, biasanya tak jauh-jauh dari tim sukses yang memenangkan sang pejabat di kursi pemerintahan.
Sayangnya, banyak di antara nama-nama terdaftar tak layak disebut sebagai warga miskin. Walau demikian, Sri Mulyani tak menampik jika data menjadi permasalahan yang kompleks dalam penyaluran bansos.
Hal itu tak lepas dari konsekuensi sistem otonomi daerah. Dengan begitu, Pemerintah Pusat tak serta merta memberikan tanggung jawab penuh kepada Pemerintah daerah dalam menyalurkan bansos.
Anggaran Bansos dari Tahun ke Tahun
Di tahun 2021, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebasar Rp408,8 triliun dari APBN sebagai pelaksanaan program perlindungan sosial. Dalam anggaran tersebut porsi untuk bansos sebesar Rp110 triliun, angka ini lebih rendah dibandingkan anggaran bansos tahun 2020 yang porsinya Rp203,9 triliun.
"Anggaran bansos Rp 203,9 triliun di 2020, dan di 2021 akan kita kurangi Rp110 triliun sesuai alokasi per program," kata Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta, Senin (14/12/2020). Susiwijono mengklaim anggaran bansos ini terbilang cukup besar, dan diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat.
Kemudian di tahun 2022, Kementerian Sosial memberi jatah Rp74,08 triliun untuk belanja bantuan sosial. Jumlah ini mencakup 94,67 persen dari total jatah anggaran. Bantuan sosial akan disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako. Ada pula program bantuan untuk rumah tidak layak huni dan santunan anak yatim.
Terakhir, pada 2023, pemerintah resmi menyiapkan anggaran untuk bantuan sosial sebesar Rp476 triliun.
Baca Juga: CEK FAKTA: Sri Mulyani Digruduk DPR Usai Sebut Pemain Rp300 Triliun Sesungguhnya, Benarkah?
"Perlindungan sosial, APBN pelindung masyarakat, shock absorber, sebesar Rp 476 triliun," kata Sri Mulyani dalam penyampaian Daftar Isi Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2023 di Istana Negara kemarin, dikutip pada Jumat (2/12/2022).
Anggaran bansos tersebut, kata Menkeu, dibagi melalui anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp454,7 triliun, transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp17 triliun, dan pembiayaan Rp4,3 triliun. Berdasarkan keterangan resmi dari Kemenkeu, pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi, tidak terkecuali perlindungan sosial untuk masyarakat pascapandemi Covid-19.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Gaji Satpam dan Sopir di Kementerian/Lembaga Wilayah Jakarta Dipatok Rp 5,61 Juta
-
Anggaran Subsidi LPG 3 Kg Kuras APBN Rp117 Triliun, Lebihi BBM dan Listrik
-
Sri Mulyani Rombak 14 Pejabat Kemenkeu, Ini Daftar Lengkapnya
-
Sri Mulyani Singgung Kemiskinan dan Jumlah Pengangguran di RI
-
Proyek Jalan Rusak di Lampung Nilainya Rp 2,16 Triliun
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026
-
Vietjet Amankan Kesepakatan US$6,1 Miliar untuk Ekspansi Asia-Pasifik