Suara.com - Wilayah utara Jakarta berbatasan langsung dengan laut dan identik dengan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.
Tak hanya ikan, berbagai komoditas tangkapan laut ditangkap oleh nelayan, salah satunya adalah kerang hijau yang menjadi andalan mata pencaharian masyarakat Kampung Nelayan, Clincing Jakarta Utara.
Kampung Nelayan Cilincing punya sentra pengupas kulit kerang yang terkenal dan unik dalam mengolah kerang yang kaya manfaat tersebut. Salah satu yang dimanfaatkan adalah dengan mengolahnya sebagai kerupuk kijing, yang selama ini menjadi cemilan khas daerah setempat.
Untuk itu, dalam rangka memanfaatkan potensi dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, Orang Muda Ganjar (OMG) memberikan 'Pelatihan UMKM Pembuatan Kerupuk Kijing' kepada masyarakat Kampung Kerang, Clincing, Jakarta Utara.
"Kami membangkitkan UMKM yang paling ikonik di tempat ini, yaitu kerupuk kerang ijo. Mayoritas warga di sini adalah pengupas kerang ijo, jadi kami membuat inovasi kerupuk kerang ijo," ujar Wakil Koordinator Wilayah OMG DKI Jakarta Widodo ditulis Minggu (14/5/2023).
Pada kesempatan pertama kali ini, OMG memberikan pelatihan dasar seputar proses produksi kerupuk kerang ijo yang meliputi bahan baku dan cara pengolahan untuk mendapatkan cita rasa yang lezat.
"Tahap pertama kami memberikan ilmu agar para peserta paham mengenai bahan baku bumbu yang dibutuhkan dan potensi lainnya seputar penjualan kerang ijo," tambahnya.
Widodo menjelaskan terkait dengan potensi pengembangan dari kerupuk kijing tersebut. Pasalnya, dengan keunikan dan rasa kerang yang khas, Widodo yakin produk turunan tersebut bisa diterima dan dinikmati masyarakat khalayak sehingga bisa menjadikan wilayah tersebut menjadi sentra kerupuk kijing di Indonesia.
"Potensi pasti ada karena memang demandnya sudah ada, yang kami perlukan saat ini adalah inovasi dalam pengemasan dan perluasan pemasarannya aja," lanjut Widodo.
Baca Juga: Kunjungi Cilacap, Taj Yasin Berharap Warga Kampung Laut Bisa Olah Kepiting
Ke depan, OMG akan memberikan pelatihan pemasaran lanjutan dan menyediakan sarana pemasaran untuk mempermudah masyarakat setempat dalam memgimplementasikan pemasaran hasil produksi tersebut.
"Kegiatan lanjutannya tentu kami akan memfasilitasi pemasarannya, seperti membuat akun ecommerce untuk memasarakan produk tersebut secara online maupun konvensional, serta menciptakan diversifikasi produk yang akan dipasarkan," jelasnya.
Dengan demikian, Widodo berharap kegiatan tersebut bisa memberikan dampak positif terhadap kemajuan wilayah setempat, serta memberikan program yang selama ini sudah dijalankan oleh Ganjar Pranowo dalam hal mendorong UMKM di wilayah tersebut.
"Tentu kami berharap bisa diterima sebagai entitas di warga Kampung Kerang. Kemudian, kita juga berharap para masyarakat dapat menerima dengan baik kedatangan kami sebagai kepanjangan tangan dalam menanamkan nilai-nilai Pak Ganjar Pranowo khususnya di bidang UMKM," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut
-
HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Menko Zulhas Ungkap Proyek Waste-to-Energy Besutan Danantara Cuma Beresin 20 Persen Masalah Sampah
-
IHSG Meroket di Awal Pekan ke Level 8.300, 484 Saham Cuan
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India
-
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Ditunda: Tunggu Presiden Pulang