Bersama dengan sejumlah sekolah, ia juga tengah menyusun kurikulum dalam mengajarkan kreasi eco-print kepada pelajar.
“Harapan saya, anak-anak sejak dini dikenalkan pada bahan-bahan berbasis alami, seperti pewarna alami dan lain sebagainya. Hal ini agar turut membantu dalam mengajarkan penggunaan bahan yang ramah lingkungan,” kata Yulvita.
Jejaring Jadi Kunci
Janitra Boutique, kata Yulvita, awalnya bermula dari bisnis desain pakaian biasa dengan model usaha pre-order. Bisnis Janitra berkembang pesat saat Yulvita mulai mengembangkan produk ecoprint awal tahun 2018 silam.
Pertama kali Yulvita mendapatkan ide usaha eco-print berawal dari media sosial. Dengan modal berkisar Rp4 juta ia memulai bisnis Janitra Boutique.
Dari modal tersebut, omzet yang bisa diraup Janitra Boutique saat ini berkisar Rp10 juta dalam sebulan dengan jumlah produksi rata-rata 60 hingga 120 potong dalam satu bulan.
Pendapatan itu tidak lepas dari jaringan yang ia bangun selama bertahun-tahun. Terutama dengan kalangan praktisi kesehatan mulai dari para dokter hingga perawat.
Selain itu, ada sejumlah dokter di Jogja yang menjadi reseller Janitra Boutique sehingga membuka peluang usahanya itu berkembang lebih besar.
“Omzet tertinggi yang pernah saya raup itu mencapai Rp7 juta dalam seharidi pameran yang diadakan oleh komunitas kedokteran. Dengan agenda acara (digelar) selama tiga hari,” kata Yulvita.
Seiring dengan ketatnya persaingan usaha saat ini, Yulvita berharap, ke depannya para pembuat eco-print di Jogja agar tidak hanya mengincar keuntungan ekonomi semata. Melainkan juga menghargai nilai dari karya masing-masing.
“Kalau terlalu mengejar keuntungan. Persaingan usaha jadi kurang sehat,” kata dia.
Menjalankan usaha tak selalu sesuai dengan harapan. Menyadari hal ini, Yulvita berusaha terus mengasah kemampuannya dalam mengelola bisnis Janitra Boutique, salah satunya dengan menjadi mengikuti pelatihan, salah satunya BRIncubator.
Ia mengakui, ‘bimbingan’ dari BRI melalui pembinaan dan inkubasi bertajuk Brincubator: Business Owner Mentality yang digelar bersama dengan Rumah Kreatif BUMN Yogyakarta berperan dalam mengembangkan usaha miliknya, terutama dalam bidang pengelolaan keuangan.
“Saya itu benar-benar mendapatkan ilmu terkait pengelolaan keuangan usaha dan digital marketing. Saya akui mulai bersemangat mengembangkan jualan secara online itu setelah ikut BRIncubator karena Janitra dulu sempat tidak punya karyawan sehingga saya jalin mitra dengan pihak ketiga,” ungkap dia.
Dengan seminar yang ia ikuti tersebut, Yulvita belajar banyak terkait bagaimana dirinya mengelola bisnis dengan produksi dengan pihak ketiga.
“Kita harus terus berkembang. Bukan hanya usaha kita, tapi juga diri kita. Terutama agar pengelolaan usaha bisa semakin baik ke depannya,” ucap dia.
BRI, sebagaimana disampaikan Dirut BRI terus berkomitmen mendukung UMKM sebagai sektor penting bagi perekonomian Indonesia. Salah satunya karena UMKM merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja paling tinggi di Indonesia.
Berita Terkait
-
Hut Dekranas ke-43 Bawa Keuntungan Bagi Pelaku UMKM di Medan
-
UMKM Kota Tangerang Mejeng di Soetta, Arief R Wismansyah: Semoga Bisa Go International
-
5 Doa Penglaris Dagangan dan Usaha Lancar, Bisa Bikin Banyak Cuan
-
Pertukaran Nilai Mata Uang Kian Dinamis, BRI Hadirkan Fitur Transaksi Valas di BRImo
-
Direktur Jaringan dan Layanan: BRI Selalu Mengedepankan Customer Experience Terpadu dalam Tiap Layanan
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia