Suara.com - Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen yang dinanti banyak orang. Selain suasana berkumpul bersama keluarga dan tradisi saling memaafkan, salah satu hal yang paling ditunggu adalah Tunjangan Hari Raya (THR).
Bagi sebagian orang, THR sering dianggap sebagai “uang tambahan” yang bisa digunakan untuk berbelanja, liburan, atau memenuhi berbagai keinginan yang tertunda. Namun bagi generasi sandwich, THR memiliki makna yang jauh lebih kompleks.
Generasi sandwich adalah kelompok orang yang berada di posisi harus menanggung kebutuhan dua generasi sekaligus, yaitu orang tua dan anak. Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih menantang.
THR yang seharusnya bisa dinikmati untuk kebutuhan pribadi sering kali harus dibagi untuk berbagai pengeluaran, mulai dari membantu orang tua, membeli kebutuhan Lebaran, hingga menyiapkan tabungan masa depan.
Tanpa strategi yang jelas, uang THR bisa habis dalam waktu singkat. Padahal jika dikelola dengan bijak, THR dapat menjadi kesempatan emas untuk memperkuat kondisi finansial.
Dengan perencanaan yang tepat, generasi sandwich tetap bisa memenuhi kewajiban keluarga sekaligus menyiapkan masa depan yang lebih stabil secara finansial.
Strategi Menyimpan Uang THR untuk Generasi Sandwich
Berikut beberapa strategi menyimpan dan mengelola THR yang bisa diterapkan oleh generasi sandwich agar keuangan tetap sehat setelah Lebaran.
1. Gunakan Metode Pembagian Anggaran
Langkah pertama yang penting dilakukan adalah membagi THR ke dalam beberapa pos anggaran. Metode sederhana yang sering digunakan adalah pembagian persentase.
Baca Juga: Etika Memberi Uang Lebaran dalam Islam, Ini Adab yang Perlu Diketahui
Contohnya:
- 40% untuk kebutuhan Lebaran dan keluarga
- 30% untuk tabungan atau investasi
- 20% untuk dana darurat
- 10% untuk kebutuhan pribadi atau hiburan
Pembagian ini tentu bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Dengan metode ini, THR tidak akan langsung habis tanpa perencanaan.
2. Prioritaskan Dana Darurat
Bagi generasi sandwich, dana darurat sangat penting. Banyak situasi tidak terduga yang bisa terjadi, seperti biaya kesehatan orang tua, kebutuhan mendadak anak, atau pengeluaran rumah tangga yang tidak direncanakan.
Idealnya, dana darurat yang dimiliki setidaknya mencukupi kebutuhan hidup selama 3-6 bulan. Jika dana darurat masih belum cukup, THR bisa menjadi kesempatan untuk menambah jumlah tabungan tersebut.
Dana darurat sebaiknya disimpan di rekening terpisah agar tidak mudah digunakan untuk pengeluaran sehari-hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran
-
BRI Debit FC Barcelona Hadirkan Pengalaman Belanja Eksklusif untuk Para Fans
-
Kemendag Perketat Impor Pangan, Gandum Pakan hingga Kacang Tanah Kini Wajib Kantongi Persetujuan
-
Ketahanan Energi RI Juara 2 Dunia, Bahlil Girang!
-
UMKM Jadi Bantalan Ekonomi, Tapi Kok Ekspor Masih Loyo? Ini Solusinya!
-
Laba Bank Danamon Melesat 35% Jadi Rp 1,1 T di Kuartal I-2026
-
Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk
-
AS Habiskan Rp 406 Triliun di Perang Iran, Inflasi 'Paman Sam' Melonjak
-
Pasar Lagi Goyang, Awas Emosi Bikin Cuan Melayang!
-
OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026