Suara.com - Pengembang properti, Paramount Land kembali mengembangkan kawasan komersial di wilayah Gading Serpong. Hal ini setalah melihat kebutuhan masyarakat terhadap properti komersial terus bertumbuh terutama di kota-kota padat penduduk seperti Jabodetabek.
Direktur Paramount Land, M Nawawi mengatakan, Gading Serpong telah menjadi kota mandiri besar dengan populasi lebih dari 120 ribu jiwa di luar komuter.
Pertumbuhan residensial, kantor, pusat kuliner dan bisnis yang pesat turut meningkatkan kebutuhan masyarakat akan fasilitas komersial dan bisnis.
Wilayah ini telah menjadi pusat kuliner dan bisnis baru di mana terdapat lebih dari 250 bisnis yang tersebar dari Maggiore Square, Sorrento Grande, Pisa Grande, Aniva Junction, Mendrisio, hingga sekitarnya.
Paramount Land merespons permintaan pasar yang masih sangat tinggi akan produk komersial di Gading Serpong dengan meluncurkan Sorrento Grande West, area komersial yang berlokasi tepat di tengah sentra kuliner yang sangat ramai dan vibrant, dikelilingi 40 klaster terhuni dan beragam fasilitas kota, seperti sekolah, apartemen, pusat perbelanjaan, dan hotel.
"Sisi selatan Gading Serpong telah terbukti menjadi pusat kuliner dan bisnis yang berhasil, ditandai dengan traffic 6.500 kendaraan/ jam dan tingkat okupansi bisnis yang sangat tinggi," ujarnya di Jakarta, Selasa (20/6/2023).
Nawawi melanjutkan, pengalaman Paramount Land dalam mengembangkan Kota Gading Serpong yang telah terbukti, dengan perencanaan jangka panjang yang tidak berhenti pada penjualan produk saja.
"Kami memastikan kawasan komersial yang kami kembangkan akan ramai dan sukses, salah satunya dengan menghadirkan anchor tenant sebagai added value yang sangat menguntungkan calon pebisnis. Tidak terkecuali di Sorrento Grande West, yang dari segi aksesibilitas juga akan memiliki akses langsung menuju sisi timur Gading Serpong dan Jalan Raya Serpong," jelas dia.
Sorrento Grande West ditawarkan sebanyak 120 unit dengan harga menarik, khusus untuk tipe yang menghadap Boulevard mulai dari Rp 7,1 miliaran (sudah termasuk PPN) dan untuk non Boulevard mulai dari Rp 2,2 miliaran (sudah termasuk PPN). Diperkenalkan pada 26 Mei 2023 dan saat ini telah terserap dengan baik (sold out) dalam waktu singkat.
Baca Juga: Permudah Transaksi dan Investasi di Sektor Properti, Travelio Tingkatkan Teknologi dan Layanan
"Kami sangat berterima kasih atas antusiasme dan kepercayaan konsumen/investor terhadap produk Sorrento Grande West sehingga mendapatkan pencapaian yang sangat baik," tambah Nawawi.
Tersedia berbagai promo cara pembayaran yang menarik, mulai dari Super Cash, harga khusus KPR DP 20% 1x dan 3x, harga khusus KB DP 30% 1x dan 18x, harga khusus KB TDP 12x, dan promo pembayaran lainnya. Tersedia juga Information Center di lokasi Sorrento Grande West yang siap menyambut calon konsumen setiap hari dari pukul 10.00.
Norman Daulay, Direktur Paramount Land, menjelaskan, sorrento Grande West memiliki 5 keunggulan utama. Pertama, Modern Crafted Façade & Premium Design, di mana bangunan memiliki bentuk simpel yang memudahkan penempatan commercial signage, dilengkapi terrace dengan railing kaca, kanopi kaca, dan material aluminium.
Kedua, Dual Façade & Entrance with Double Parking Capacity, di mana tersedia tipe bangunan dengan dua fasad di depan dan belakang yang menjadikan suasana bisnis lebih hidup.
Ketiga, Multi-Terrace for Alfresco Dining Experience, di mana tersedia area alfresco di lantai bawah, serta lantai atas bagian depan dan belakang, menjadikan bisnis memiliki exposure yang tinggi.
"Keempat, High Capital Gain & Return of Investment, di mana pangsa pasar Sorrento Grande West tidak hanya ditujukan bagi calon pebisnis yang ingin membuka atau mengembangkan bisnisnya, tapi juga investor yang mencari produk komersial terbaik dengan return tinggi," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK