Suara.com - Kebakaran yang terjadi di gedung K-Link Tower di Jakarta pada Sabtu lalu menyita perhatian cukup banyak publik. Sejauh ini, penyebab kebakaran diketahui berasal dari tabung gas yang meledak. Namun publik juga bertanya-tanya mengenai profil pemilik K-Link Tower, yang dikabarkan adalah warga negara Malaysia.
Berlokasi di Jalan Gatot Subroto Nomor Kavling 59A, Jakarta Selatan, api mulai muncul pada pukul 10.14 WIB. Dilansir dari berbagai sumber, api muncul di lantai 7 dari sebuah cafe, merambat ke videotron di bagian luar, dan merambat hingga ke lantai 16.
Profil Pemilik K-Link Tower
Adalah Dato’ Dr. H. MD. Radzi Saleh, yang menjadi pemilik sekaligus pengelola K-Link Tower yang dipercayakan pada PT Mitra Sinar Alam Sejahtera. Sosoknya menjabat sebagai Presiden Direktur sejak bangunan ini berdiri pada Mei 2002 lalu.
Lahir pada 4 April 1959 lalu, di Kampung Rasau, Perak, Malaysia, tahun ini ia menginjak usia yang cukup senior, 64 tahun. Karirnya di Indonesia dimulai sejak penugasannya oleh Dato’ Dr. Darren Goh, selaku Managing Director K-Link International Group.
Tugas utamanya adalah membangun brand K-Link di Indonesia, dan diwujudkan dengan pendirian PT K-Link pada Mei 2002 lalu. Bergerak di bidang Multi Level Marketing, perusahaan ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Berbekal pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang penjualan langsung, kemampuan manajemen sumber daya manusia menjadi hal utama yang dimilikinya. Dibarengi dengan keyakinan tak terkalahkan dan antusiasme tinggi, mata yang jeli pada hal detail dan pandangan visioner membuatnya kokoh di rantai teratas jaringan K-Link Indonesia hingga saat ini.
Karya Lain
Selain menjadi pemilik K-Link Tower dan Presiden Direktur, ia juga banyak membagikan pikiran dan gagasannya di media sosial. Anda dapat dengan mudah menemukan sosoknya di Facebook dan Instagram, untuk melihat pemikiran yang dilontarkannya.
Selain itu kepeduliannya pada industri yang digelutinya saat ini juga diwujudkan dalam bentuk buku, dengan nama Breaking Fee. Buku ini sendiri dinilai cukup motivasional dan inspiratif, dan menjadi buku yang menarik untuk dimiliki pengusaha muda.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Disalahkan Soal Kebakaran Plumpang, Warga Tanah Merah Nyatanya Dukung Anies Baswedan
-
Fakta-fakta Kebakaran Menara K-Link Bikin Bubar Pesta Nikah
-
Kebakaran Menara K-Link Gedung Gatot Subroto Menjadi Trending Topic di Medsos
-
Profil K-Link Tower, Gedung Milik Pengusaha Malaysia Hangus Terbakar
-
Kunjungi Tanah Merah, Akhirnya Terbongkar Mengapa Anies Tak Emosi Saat Dipojokkan dalam Musibah Kebakaran Depo BBM Plumpang
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Arief Muhammad Rambah Bisnis Baru, Portofolio Usaha Makin Besar
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru