Suara.com - Indonesia merupakan negara yang terkenal akan ragam suku dan budayanya. Selain itu, kuliner khas negara maritim ini juga tak kalah saing di mata dunia.
Terbentang dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah di Indonesia pastinya memiliki penganan khas masing-masing. Hal itulah yang menjadi dasar bagi Komunitas Warung Tegal (Kowarteg) Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan kuliner sebagai upaya melestarikannya.
Simpatisan Ganjar Pranowo itu menggelar pelatihan pembuatan kue kricak atau kue sentiling kepada warga di Villa Gading Harapan, Kelurahan Babelan, Kecamatan Babelan, Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Hari ini mengajak ibu-ibu yang ada di sini untuk meningkatkan perkembangan kuliner yang saat ini sudah maju," ujar Korwil Kowarteg Indonesia di Jawa Barat Joko Dewo ditulis Senin (31/7/2023).
"Namanya kue kricak, mudah dibuat sekaligus dalam rangka ketahanan pangan nasional, bisa untuk keluarga, bisa ditawarkan ke para tetangga, karena ini makanan yang benar-benar hemat dan sehat," lanjut dia.
Joko berharap nantinya masyarakat akan makin mahir dalam membuat penganan khas daerah masing-masing. Apalagi, kue sentiling merupakan kue khas daerah Jawa yang mudah dibuat dan hemat dari segi biaya produksi.
Kudapan ini bisa disuguhkan untuk keluarga, tetangga, ataupun untuk dijadikan usaha. Selain bisa menikmati cita rasanya sebagai bagian dari ragam kuliner Nusantara, pelatihan ini juga bertujuan untuk melestarikan kue khas Jawa tersebut.
"Yang jelas kami bicara rasa Nusantara yang kami perkenalkan ini. Kami ajak ibu-ibu bisa usaha, cukup dengan bahan yang ada membuat makanan khas Nusantara yang bisa dihidangkan untuk keluarga. Alhamdulillah ibu-ibunya senang," jelas Joko.
Pelatihan itu mendapat sambutan yang baik dari para peserta. Seperti yang diungkapkan oleh Rochani (42). Dia mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan pembuatan kue sentiling.
Baca Juga: Komunitas Warteg Indonesia Berikan Pelatihan Kuliner Untuk Ibu-Ibu Prasejahtera di Kebon Jeruk
Menurut Rochani, kegiatan itu dapat menambah wawasan ibu-ibu daerah setempat tentang resep aneka kue khas Nusantara.
"Tanggapan saya untuk acara ini kita seneng bisa ngasih wawasan ke ibu-ibu biar bisa ngasih resep buat masak. Untuk Pak Ganjar semoga jadi presiden untuk 2024 agar kami pbisa dibantu untuk pelatihan usaha mikro kuliner," ungkap Rochani.
Pada kesempatan itu, Kowarteg Indonesia pun mengenalkan sosok Ganjar Pranowo calon Presiden 2024 kepada masyarakat setempat.
Para peserta tampak antusias mendukung Ganjar. Itu bisa terlihat dari semangat para sukarelawan dan warga dalam menggaungkan yel-yel "Kowarteg Indonesia untuk Ganjar Pranowo, 2024 Ganjar Presiden".
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Konjen RI Respon Kabar Proyek Jembatan Indonesia-Malaysia: Sudah Ada Komunikasi
-
Daftar Saham LQ45, IDX30, dan IDX80 Terbaru: BREN, CUAN Hingga BUMI Masuk
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sanitasi bagi Ratusan Keluarga di Buleleng
-
Saham BUVA Masuk MSCI? Analis Ungkap Potensi Emiten Happy Hapsoro
-
Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono: Terima Kasih DPR
-
Harga Emas Hampir Rp3 Juta/Gram, Mendagri: Jadi Biang Kerok Inflasi Nasional
-
Tiga Jet Rafale Tiba di Indonesia, Nilainya Lebih dari Rp 5 Triliun
-
Bitcoin Sulit Tembus Level USD 90.000, Proyeksi Analis di Tengah Penguatan Emas
-
ANTM Meroket 241 Persen dalam Setahun, Rekor Harga Emas dan Nikel Jadi Motor Utama
-
Serapan KIPK 2025 Jeblok, Menperin Janji Bereskan Kendala Biar Padat Karya Jalan di 2026