Suara.com - Jamu adalah salah satu obat herbal warisan budaya bangsa Indonesia yang telah dikonsumsi secara turun temurun dan terus dikembangkan dari generasi ke generasi, sehingga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi, memiliki khasiat terhadap kesehatan tubuh dan menjadi kebanggaan sebagai bagian dari identitas bangsa.
Di era modern saat ini, jamu memiliki dimensi yang luas. Dengan meningkatnya kecenderungan masyarakat global yang peduli dengan alam menuntut tersedianya produk bahan alam yang berkualitas, praktis dan sesuai dengan pola hidup modern.
Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2010 menunjukkan bahwa lebih dari separuh (55,3 persen) penduduk Indonesia menggunakan Jamu dan 95 persen nya menyatakan bahwa Jamu bermanfaat.
Dengan data demikian, maka, Pandawa Ganjar mengadakan kegiatan Workshop Pembuatan Jamu Tradisional yang berlangsung di Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Indonesia merupakan negara yang subur dan kaya akan rempah-rempah yang dimilikinya sangat bermanfaat, salah satunya untuk pengobatan. Ini sebagai momentum dalam mengingatkan masyarakat terutama generasi muda dalam melestarikan apa yang sudah diberikan oleh leluhur, salah satunya jamu tradisional yang selama ini telah menjadi identitas bangsa Indonesia," ucap Koordinator Wilayah Pandawa Ganjar Jawa-Bali Haldoko Danantyas Subandoro ditulis Senin (28/8/2023).
Dalam kesempatan tersebut Pandawa Ganjar memberikan sejumlah materi seputar proses produksi jamu tradisional, yang meliputi bahan baku dan tanaman yang bisa digunakan dalam mengolah jamu tersebut.
Haldoko menyarankan untuk menanam tanaman terlebih dahulu dipekarangan rumah, sehingga dapat menekan biaya pembelian bahan baku selama proses pembelajaran tersebut.
"Hari ini materi yang disampaikan masih dasar, seputar bahan baku jamu, olahannya apa saja dan khasiat dari jenis jamu yang diolah itu apa saja. Pada umumnya bahannya cukup mudah, untuk proses awal kami menyarankan untuk belajar menanam rempah-rempahnya sehingga tidak perlu belanjar terlebih dahulu, cukup memetik dari pekarangan rumah," kata Haldoko.
Targetnya, Pandawa Ganjar bisa memberikan materi lanjutan seputar pemasaran. Sehingga, selain dikonsumsi untuk kebutuhan pribadi, masyarakat bisa menjual produknya tersebut ke pasaran.
Baca Juga: Rajin Minum Kunyit Jadi Rahasia Sehat dan Panjang Umur Masyarakat Jepang
Hal tersebut tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga.
"Ke depannya dapat diterapkan menjadi salah satu produk yang memiliki nilai jual, bisa dipasarkan dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat dengan jamu yang sudah ada pembaharuan, baik secara kemasan secara modern dan juga dapat dipasarkan secara digital, sehingga bisa seperti semacam tukang jamu naik kelas," jawab Haldoko.
Haldoko berharap pembelajaran pembuatan jamu tradisional kali ini bisa berproses dengan baik hingga akhirnya bisa mendunia.
"Semoga masyarakat yang mengikuti kegiatan hari ini dapat memasarkan hasil produksi jamunya hingga go internasional," lanjut Haldoko.
Perwakilan Masyarakat Desa Cimahi, Luki Artur Rifaldi menunjukkan antusiasmenya selama proses kegiatan tersebut berlangsung.
Tuturnya, hal tersebut sangat bermanfaat dalam menambah ilmu dan inovasi guna menuntut masyarakat untuk terus maju menciptakan hal baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif