Suara.com - PT Olahkarsa Inovasi Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar Ready for PROPER Conference 2023.
Kegiatan yang bertempat di Research Center Institute Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya tersebut terselenggara secara hybrid melalui zoom meeting dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari multi stakeholder meliputi pemangku kebijakan, akademisi dari berbagai disiplin keilmuan, serta praktisi dari perusahaan.
Berbagai instansi turut hadir menjadi audiens dalam kegiatan ini dari mulai unsur pemerintah, perusahaan, dosen, hingga mahasiswa.
Mengusung tema "PROPER for Sustainable & Future Fit Business", Ready for PROPER Conference 2023 kali ini berupaya memompa semangat multi-sektor khususnya dunia industri dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan.
Pada sesi pembukaan, Co-Founder & CEO Olahkarsa Unggul Ananta berharap melalui pelaksanaan Ready for PROPER Conference ini, para peserta dapat memperoleh pemahaman mendalam mengenai komponen-komponen dalam PROPER, guna mengoptimalkan peran PROPER sebagai salah satu instrumen menuju future fit business dan bisnis berkelanjutan.
“PROPER menjadi bagian dari adaptasi perusahaan dalam future fit business. Bahwa organisasi apapun termasuk sektor bisnis harus beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan tantangan yang ada di masa depan. Lewat instrumen PROPER, sektor bisnis didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan dan tantangan mulai dari lingkup lokal, nasional, hingga global,” ujarnya.
Disamping itu, Unggul juga berharap acara ini bisa menjadi sharing-platform antar perusahaan, yang pada gilirannya akan mendorong lebih banyak lagi perusahaan untuk mengadopsi dan meniru inisiatif yang sukses dalam pelaksanaan PROPER.
Rektor Institut Sepuluh Nopember yang dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Wakil Rektor 4 Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian, Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D menyampaikan rasa terima kasihnya atas kolaborasi yang telah terbangun untuk menyelenggarakan kegiatan ini.
Ia menjelaskan bahwa saat ITS terus berkomitmen untuk mendorong perusahaan melakukan praktik-praktik bisnis berkelanjutan. ITS telah banyak membangun kerjasama dengan berbagai perusahaan dalam menciptakan inovasi dan teknologi ramah lingkungan, termasuk dalam melakukan pengelolaan lingkungan berdasarkan PROPER.
Baca Juga: Meski Sudah Tamat, 5 Drama Korea Komedi Romantis Ini Bikin Gagal Move On
“Inovasi yang dilakukan oleh ITS insyaallah dapat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan efisiensi energi, teknologi ramah lingkungan, atau program-program CSR agar masyarakat di sekitar industri merasakan manfaat,” jelasnya.
Sementara, Dirjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ir. Sigit Reliantoro M.Sc yang dalam acara ini menjadi keynote speaker, menyampaikan bahwa pada dasarnya PROPER didesain sebagai proses pembelajaran secara terus menerus bagi perusahaan peserta PROPER. Pada kriteria ketaatan, perusahaan didorong untuk mengimplementasikan SOP dalam pengelolaan lingkungan.
Sedangkan dalam kriteria lebih dari ketaatan (beyond compliance), perusahaan didorong untuk melakukan refleksi secara terus menerus melalui program eco-inovasi, apakah cara yang telah dilakukan dalam pengelolaan lingkungan sudah efektif dan efisien atau ada cara baru yang lebih baik.
Lahirnya inovasi-inovasi ini merupakan feedback dari proses belajar dan penerapan continuous improvement. Melalui proses belajar secara terus menerus tersebut, secara tidak langsung PROPER sedang mendorong perusahaan untuk mencapai future fit business.
“Mudah-mudahan dapat memberikan cara pandang baru bagi kita semua sehingga dapat berkontribusi seusia dengan peran kehidupan sehari-hari untuk dunia yang lebih baik dan masyarakat yang lebih sejahtera” ujarnya.
Ketua Dewan Pertimbangan PROPER Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D dalam pemaparannya menyampaikan bahwa kriteria penilaian PROPER terus berkembang yang salah satunya bertujuan untuk mendorong lahirnya “green leader”.
Menurut Prof Sudharto, pimpinan perusahaan adalah tokoh sentral dalam membawa perusahaan menerapkan praktik-praktik berkelanjutan. Melalui PROPER, para pemimpin perusahaan didorong untuk membangun sebuah inovasi dan sistem yang mendukung praktik-praktik keberlanjutan dalam operasional perusahaan.
Sebagaimana diketahui, salah satu sesi penilaian PROPER bagi kandidat emas adalah presentasi dari para CEO atau pimpinan perusahaan mengenai bagaimana ia membawa perusahaannya dari industrial culture yang hanya berorientasi pada profit, menuju sustainable culture yang berorientasi pada sosial dan lingkungan.
“Green leadership menjadi kunci bagi transformasi bisnis ke arah kinerja lingkungan yang lebih baik. Kunci berubahnya strategi adaptasi dan menghadapi tantangan ke depan.” pungkasnya.
Sebagai informasi, "Ready for PROPER 2023" merupakan rangkaian kegiatan yang membahas topik khusus mengenai Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER).
Sebelumnya, Olahkarsa juga telah sukses menyelenggarakan dua rangkaian kegiatan, meliputi Webinar Series, Best Practice dan puncaknya adalah konferensi ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Bukan Dibatasi, Alfamart dan Indomaret Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
-
IHSG Sesi 1 Terkoreksi ke Level 8.255: BUMI Laris Manis, INDS Anjlok Paling Parah
-
Indonesia Ngebet Negosiasi Tarif Trump, China Diam-diam Malah Dapat Untung
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi dan Ikan Kembung Masih Menguat
-
Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Pertamina Jamin Stok BBM Aman Jelang Mudik Lebaran 2026
-
Biaya Hidup Naik Saat Ramadan, Siasat Atur Keuangan Biar Nggak Boncos
-
Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika
-
Ekonom Bank Mandiri Sebut Perpanjangan Dana SAL Rp200 Triliun Positif Buat Himbara
-
Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan