Suara.com - Holding BUMN Pangan ID FOOD menegaskan komitmennya untuk mengedepankan integritas dalam menjalankan aktivitas bisnis serta berbagai penugasan terkait pangan.
Hal tersebut tidak terlepas dari tugas dan peran ID FOOD sebagai Holding yang dibentuk untuk mendukung tujuan pemerintah mewujudkan ketahanan pangan, inklusifitas, dan peningkatan daya saing produk pangan dalam negeri.
Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan, upaya mendukung ketahanan pangan nasional harus dibangun dengan azas penyelenggaraan perusahaan yang taat terhadap regulasi, transparan, dan akuntabel serta sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Komitmen tersebut sangat penting, mengingat ID FOOD saat ini konsen untuk meningkatkan skala bisnis dan kontribusinya dalam mendukung program-program pemerintah,” kata Frans ditulis Sabtu (2/9/2023).
Sejumlah program strategis yang saat ini tengah dijalankan ID FOOD diantaranya, penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.
Dalam program tersebut, ID FOOD ditugaskan oleh Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) untuk mengadakan cadangan dan melakukan stabilisasi harga 9 komoditas pangan seperti daging ruminansia, daging unggas, cabai, bawang putih, telur, gula, bawang merah, ikan, dan minyak goreng.
Selain penyelenggaraan CPP, Frans menambahkan, ID FOOD juga mendapat penugasan dalam program pengentasan stunting melalui penyaluran bantuan pangan berupa daging unggas dan telur unggas kepada 1.446.089 KRS (Keluarga Risiko Stunting) di 7 provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Barat, dan Sumatera Utara.
“Ada juga program Makmur yang merupakan program korporatisasi pertanian terintegrasi hulu-hilir. ID FOOD berperan sebagai offtaker hasil panen. Melalui program ini dilakukan pendampingan intensif kepada petani budidaya pertanian berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok dan dukungan teknologi. Tujuan program ini peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” terangnya.
Ia menegaskan, seluruh program strategis yang dijalankan tersebut bertujuan untuk mendukung penguatan ekosistem pangan nasional sekaligus menjaga sustainability business ID FOOD.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, OMG Bagi-bagi Bibit Alpukat ke Warga Kopel
“Untuk itu, sangat penting dalam memastikan integritas seluruh pegawai di setiap lini bisnis perusahaan. Kita menjaga betul jangan sampai lemahnya pengawasan dan komitmen terhadap integritas menghambat kontribusi ID FOOD dalam mendukung ketahanan pangan,” tuturnya.
Frans menambahkan, untuk memperkuat ketaatan terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik, perseroan juga melakukan kolaborasi dengan instansi dan stakeholder terkait.
Sejak proses pembentukan Holding BUMN Pangan, yaitu pada tahun 2021, ID FOOD telah menjalin kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Langkah ini untuk meningkatkan penerapan GCG, Manajemen Risiko, dan penguatan peran Satuan Pengawas Intern (SPI) di lingkup Holding BUMN Pangan,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad
-
Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!