Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir kembali buka suara terkait dengan operasional LRT Jabodebek yang banyak masalah. Menurut dia, dalam operasional transportasi selalu ada prosesnya dan proses itu dijalankan secara bertahap.
Dia menampik, pemerintah tidak mengindahkan keamanan dalam membangun infrastruktur. Erick menegaskan, keamanan jadi yang utama dalam membangun infrastruktur, tapi memang ada prosesnya.
"Nggak mungkin negara membangun sesuatu mencelakan rakyatnya, betul? Tapi proses perbaikan terus berlanjut ya. Namanya juga baru bikin ya kan," ujarnya di Jakarta, Senin (4/9/20230).
Ketua Umum PSSI ini memastikan masyarakat bahwa operasional LRT Jabodebek itu bukan kaleng-kaleng alias Aman. Apalagi, dia menilai, kekinian keluhan penumpang lebih banyak pada sistem pintu yang kadang tak terbuka.
"Tapi percayalah orang itu aman, ada prosesnya, makanya kita terus jaga uji cobanya, tapi persepsinya ya, kan pintu doang dari kemarin," imbuh Erick.
Terkait dengan rem, Mantan Bos Klub Inter Milan ini sekali lagi menegaskan, bahwa ada proses dalam operasional. Namun, rem yang terhentak itu bukan terlihat bahwa tidak aman, justru itu aman.
"Percayalah, kita jangan membuat polemik sesuatu yang justru ada solusi, lihat ini," imbuh dia.
Sebelumnya, Erick juga meminta masyarakat untuk tidak sering mengeluh terkait operasional LRT Jabodebek. Sebab, tidak hanya menghadirkan transportasi, LRT Jabodebek juga untuk mengurangi Polusi Udara.
"Kita jangan jadi bangsa yang dikit-dikit ngeluh. Akhirnya apa ketika ada polusi udara seperti ini ngambek, tapi mendukung buatan Indonesia, memakai kendarana publik ngambek, jadi solusinya yang mana coba? Kan sama-sama harus bersyukur," imbuh dia.
Baca Juga: 4 PLTU Berhenti Operasi, Polusi Udara di Jakarta dan Sekitarnya Masih Parah
"Ini ada polusi harus kita lawan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan apa? Public transportation, LRT. LRT nih kalau pelan-pelan berjalan baik bisa sampai 140 ribu loh penumpang. Bisa sampai 400 ribu, artinya apa? Jumlah kendaraan yang datang ke Jakarta 992 ribu itu bisa berkurang. Apakah polusi ini cukup ditekan dengan transportasi publik? Tidak," tukas Erick Thohir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat
-
BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo
-
5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis
-
Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran