Suara.com - Burn out alias kelelahan bekerja dan stres menjadi keluhan banyak pekerja belakangan ini. Jika tak segera diatasi, kondisi ini bisa berdampak pada turunnya produktivitas dan kinerja. Agar hal buruk ini tak menimpa pegawainya, Bank Mandiri membangun well-being program bertajuk “hc4U” sebagai bentuk komitmen Human Capital (HC) Bank Mandiri untuk mewujudkan salah satu mandat HC yaitu “Create Meaningful Employee Experiences” dalam membentuk Mandirian Ber-AKHLAK Who Always Deliver & Ahead dalam menjawab tantangan transformasi Bank Mandiri.
Salah satu bentuk kegiatan dari program well-being, Bank Mandiri menggelar sharing session melalui Mandirian Podcast Asyiknya Bahas Culture (ABC) bertajuk “Psychological Well-being: Masalah Tidur Dapat Memperburuk Kondisi Mental?” pada Agustus lalu dengan menghadirkan psikolog professional dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT-UI) sebagai narasumber.
Sharing session ini bertujuan untuk membekali para Mandirian (sebutan untuk pegawai Bank Mandiri) dengan pengetahuan cara mengatasi stres yang tiba-tiba muncul akibat kurang istirahat dan kurang mampu mengelola stress. Sharing Session ini adalah bagian dari program kesehatan psikologis yang merupakan satu dari empat dimensi program well-being yang tengah dikembangkan dan diperkaya secara serius oleh Bank Mandiri.
“Kami memahami bahwa untuk mencapai produktivitas yang maksimal tidak lepas dari kehadiran pegawai yang memegang peranan penting sebagai motor penggerak segala inisiatif dan strategi yang ada di Bank Mandiri. Untuk itu, kami di Human Capital berkomitmen untuk memastikan kesehatan pegawai terjaga dengan baik melalui penyempurnaan program well-being yang dibangun di Bank Mandiri” ujar Agus Dwi Handaya, Direktur Kepatuhan & SDM Bank Mandiri, dalam keterangan resmi pada Kamis (14/9/2023).
Lanjut Agus, kesehatan karyawan merupakan salah satu komponen kunci pada pilar Sosial dalam kerangka Environment, Social and Governance (ESG). Sebab, perusahaan hanya bisa beroperasi, bertumbuh, dan mencetak profit secara yang berkelanjutan jika karyawannya sehat, bahagia, dan sejahtera.
Sebagai catatan, menurut kamus American Psychological Association (APA), well-being adalah keadaan seorang individu yang digambarkan dengan adanya rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental, serta kualitas hidup yang baik. Ketika pegawai merasa kurang puas, atau tidak merasa bahagia, maka ada kemungkinan terjadi penurunan produktivitas yang berpengaruh pada pelemahan performa kerja.
Program well-being sudah lama ada di bank dengan kode saham BMRI ini. Hanya saja, tadinya program tersebut tersebar di berbagai unit, berskala kecil, dan kerap bersifat insidentil.
“Program yang existing itu belum cukup efektif untuk membuat sustainable productivity bisa berjalan. Itu sebabnya manajemen Bank Mandiri membuat sebuah kebijakan program well-being atau wellness yang terintegrasi, yang disempurnakan, agar impact-nya lebih besar,” ujar Steven Augustino Yudiyantho, Group Head Human Capital Strategy & Talent Management Bank Mandiri.
Untuk mengontrol dan mengelola seluruh program well-being yang terintegrasi dan disempurnakan tersebut, Bank Mandiri meningkatkan fungsi hc4U, sebuah unit di bawah Human Capital (HC) Bank Mandiri. hc4U yang merupakan employee center of information, kini ditingkatkan dan diperkaya fungsinya dengan mengelola fasilitas-fasilitas dan program Mandiri Well-Being. “Inilah yang kami sebut sebagai hc4U 2.0, yakni hc4U yang semakin disempurnakan,” ujar Steven.
Baca Juga: Bank Mandiri Galakkan Program #SuperAPPSuperLengkAPP di Livin Fest
Seluruh program dalam Mandiri Well-Being bergerak melalui 4 dimensi utama, yakni psikologi (psychological), fisik (physical), keuangan (financial) dan lingkungan kerja (workplace). Dengan program well-being, pegawai diberikan inspirasi untuk memiliki kesehatan fisik dan psikologis yang seimbang, diperkuat dengan kesehatan finansial dan lingkungan kerja yang kondusif untuk mencapai produktivitas berkelanjutan.
Salah satu bentuk program Psychological Well-Being ialah fasilitas konsultasi psikologis tatap muka secara online (tele-counselling psychologist) yang dapat diajukan melalui fasilitas HC chatting, walk-in center, hc4U call center, serta e-mail. Layanan konseling ini dapat dilakukan selama weekdays dan mampu mengakomodir sesi konseling diluar jam kerja.
Selain itu, program well-being ini juga mencakup kesehatan finansial karyawannya. Bukannya matre, tapi tak bisa dipungkiri kecukupan finansial ikut menentukan rasa aman, etos kerja, bahkan kebahagiaan, dan performa karyawan.
Dengan adanya refinement fungsi hc4U, program pengelolaan keuangan pribadi alias personal finance tidak hanya menyasar karyawan di unit tertentu, tapi juga terintegrasi ke semua unit. Bahkan, dengan teknologi digital, Mandirian yang bekerja di cabang-cabang di daerah pun bisa mendapat pelatihan investasi dan perencanaan keuangan pribadi yang sama dengan pegawai di kantor pusat.
Bagi Bank Mandiri, program personal financial advisory sangat penting bagi karyawan, khususnya yang berusia muda, yakni di bawah 40 tahun yang jumlahnya kurang lebih 80% dari total karyawan BMRI. Untuk program Workplace Well-Being, Bank Mandiri sedang mengembangkan kajian program terkait flexible working arrangement.
Berita Terkait
-
Berkat Digitalisasi, Usaha Cuci Sepatu di Bogor Raih Kenaikan Omzet Signifikan
-
Jangan Sampai Gak Tahu! Ini 3 Penyebab Gaji Kamu Tak Naik-naik
-
Dukung UMKM untuk Maksimalkan Strategi Bisnis, Suara UMKM Pasar Lokal Volume 3 Hadir Kembali #WaktunyaUMKMPunyaSuara
-
Suara UMKM Pasar Lokal Volume 3 Hadir Kembali, Dukung UMKM Maksimalkan Strategi Bisnisnya! #WaktunyaUMKMPunyaSuara
-
Dukung UMKM untuk Maksimalkan Strategi Bisnis, Suara UMKM Pasar Lokal Volume 3 Hadir Kembali! #WaktunyaUMKMPunyaSuara
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026