Suara.com - Profil Sonny Tulung sebagai pembawa acara kuis Family 100 sangat tenar di era 1990 hingga awal 2000-an. Presenter ini hampir terseret dalam bisnis film bokep alias film porno.
Setelah tidak lagi eksis sebagai pemandu kuis, apa kegiatannya sehari-hari? Baru-baru ini Sonny kembali muncul di pemberitaan nasional. Bukan sebagai pembawa acara kuis, melainkan karena dirinya mengaku mengenal Irwansyah, seorang produser film dewasa yang baru saja ditangkap oleh aparat Polda Metro Jaya.
Perkenalannya tersebut terjadi sejak lama. Menurutnya, sebelum punya PH film dewasa, tersangka Irwansyah kerap memproduksi konten yang menjurus pada pornografi.
"YouTube-nya memang nyerempet-nyerempet kayak film esek-esek gitu. Tapi kalau YouTube kan nggak bisa sevulgar itu. Jadi konsentrasinya memang dari dulu komedi nakal," tuturnya ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (15/9/2023).
Diketahui, selain Irwansyah selaku sutradara dan produser, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya juga menangkap empat tersangka lainnya, yakni JAAS, AIS, AT dan SE. Disebutkan polisi, para pelaku telah memproduksi film dewasa sebanyak 120 judul film sejak 2022 lalu.
Kendati demikian, Sonny Tulung menyatakan tak pernah terlibat apalagi mengeruk keuntungan dari pembuatan film porno ini meski sang presenter sempat mengalami kesulitan keuangan. Wajar saja, sebab namanya sempat meredup setelah acara kuis tersebut bubar yang berpengaruh tidak ada lagi job rutin.
Padahal, dulu bayaran Sonny Tulung di Family 100 dikabarkan bisa digunakan untuk membeli mobil setiap bulan di masanya. Namun, dia tak pernah membeberkan secara pasti berapa rate bayarannya dari industri hiburan.
Sonny beberapa kali mengaku dirinya pernah ada di situasi butuh uang karena harus membiayai kuliah putrinya. Dia sampai menurunkan gaya hidup meski tak sampai pada tahap sulit makan. Walau demikian, Sonny tak menyerah. Untuk kembali memperoleh penghasilan, laki-laki ini mencoba berbisnis.
Dia pernah membuka usaha waralaba kuliner hingga terakhir membuka jasa laundry yang lumayan laris saat masa pandemi Covid-19 lalu.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Kecanduan Nonton Film Bokep Bikin Terangsang Ke Keluarga Sendiri? Buya Yahya Beberkan Hal Ini
-
Biodata dan Agama Siskaeee: Ngira Kramat Tunggak Film Religi, Bukan Porno
-
Membandingkan Pendapatan Siskaeee dan Mia Khalifa Sebagai Bintag Film Porno: Rp 10 Juta Banding Rp 2 miliar
-
Takut Masuk Penjara Lagi, Siskaeee Menyesal Terima Tawaran Bintangi Film Panas Keramat Tunggak
-
6 Fakta Syuting Film Porno Kramat Tunggak Versi Siskaeee: Bayaran, Adegan, dan Sinopsis PSK Tobat di Bulan Ramadhan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta
-
Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana
-
Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional