Suara.com - PT KAI Commuter mengingatkan pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line ada perubahan dalam akses pejalan kaki di Stasiun Manggarai. Perubahan ini imbas dari pembangunan Stasiun Manggarai yang mulai memasuki tahap akhir yaitu peron 1, 2, dan 3 serta proses pembangunan area hall lantai 1 pada sisi timur stasiun.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menjelaskan, sebelumnya pengguna KRL yang keluar atau masuk Stasiun Manggarai dari sisi timur dapat langsung menuju area peron jalur 6-7 stasiun.
Namun, mulai Sabtu kemarin akses pengguna menuju peron 6-7 dialihkan melalui akses perlintasan sementara di lantai dasar Stasiun Manggarai untuk menuju lantai 1 stasiun gedung baru stasiun.
"Untuk mendukung perubahan alur pengguna tersebut, KAI Commuter bersama DJKA juga menyediakan fasilitas lift dan eskalator di Peron 1 untuk pengguna prioritas yang akan menuju lantai 1 gedung baru atau akses keluar dan masuk sisi timur stasiun. Begitu pula sebaliknya untuk pengguna yang akan keluar di sisi timur dari arah Cikarang/ Bekasi, terlebih dahulu menuju lantai 1 untuk kemudian menuju akses keluar dan masuk sisi timur stasiun," ujarnya yang dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (16/10/2023).
Dalam hal ini, Anne meminta para pengguna KRL untuk mengikuti arahan dari petugas di stasiun. Agar tidak bingung, KAI Commuter juga akan menyiagakan petugas di jam-jam sibuk untuk mengarahkan dan mengatur alur pengguna saat akan keluar dan masuk stasiun.
"Perubahan akses pengguna tersebut juga untuk memastikan keselamatan pengguna di area stasiun selama proses pembangunan," imbuh dia.
Sebagai informasi saja, memasuki minggu ketiga bulan Oktober 2023 KAI Commuter mencatat total volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang Oktober ini sebanyak 11.033.200 orang dengan rata-rata volume pada hari kerja sebanyak 901.442 orang per harinya. Dimana volume tertinggi pada Senin, (2/10) sebanyak 928.886 orang.
Sedangkan Volume pengguna Commuter Line Basoetta sebanyak 81.036 orang dengan rata-rata volume pengguna sebesar 6.274 orang per harinya. Untuk operasional Commuter Line Basoetta KAI Commuter, KAI Commuter memberlakukan tarif sebesar Rp. 50.000,- untuk relasi terjauh dan tariff promo sebesar Rp 30.000 untuk jadwal jam-jam keberangkatan tertentu.
Kekinin, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.100 perjalanan Commuter Line Jabodetabek per harinya mulai pukul 04.00 – 24.00 WIB, sedangkan operasional perjalanan Commuter Line Basoetta KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 56 perjalanan tiap harinya mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 22.45 WIB.
Baca Juga: Perhatian!! Arus Akses Penumpang di Stasiun Manggarai Berubah, Simak Alurnya
Terpantau persebaran pengguna pada hari kerja masih terfokus pada jam-jam sibuk pagi yaitu pukul 05.30 – 07.30 WIB, dan sore mulai pukul 16.00 – 18.00 WIB. KAI Commuter mengajak untuk selalu rencanakan perjalanan dengan cermat. KAI Commuter juga mengimbau selalu gunakan aplikasi C-Access untuk mendapatkan info jadwal perjalanan, kepadatan di stasiun, serta posisi Commuter Line yang akan dinaiki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa