Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandaga Uno mengaku sedih dirinya tidak kembali jadi pilihan Calon Wakil Presiden (cawapres) dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024. Bahkan dirinya mengaku hatinya teriris ketika, pasangan cawapres Ganjar Pranowo yang dipilih adalah Mahfud MD.
"Walau hati teriris, itu bakal quotes itu. Itu belajar dari Gus Rommy. Hati teriris tapi muka harus tersenyum. Insyaallah rejeki tidak akan ke mana. Sesuai dengan ikhtiar," ujarnya dalam Harlah Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, yang dikutip Kamis (19/10/2023).
Terlepas dari hal itu, ketika menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto pada 2019 silam, Sandiaga Uno mengeluarkan modal yang banyak untuk biaya kampanye. Bahkan, Sandiaga rela menjual sahamnya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) belasan kali agar proses kampanye berjalan dengan lancar.
Berdasarkan catatan Suara.com, Menurut data Bursa Efek Indonesia, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tercatat sebanyak 17 kali Sandiaga menjual saham SRTG. Penjualan saham itu dimulai dari Oktober 2018 sampai April 2019.
Seminggu sebelum Pilpres 2019, Sandiaga juga sempat menjual sahamnya di Saratoga sebanyak 19 juta lembar saham dengan dana yang didapatkan sebesar Rp 71,7 miliar.
Adapun, Jika dihitung secara kumulatif mulai dari Oktober 2018, Sandiaga telah menjual saham di SRTG senilai Rp 633,29 Miliar.
Saham perusahaan Sandiaga ikut teriris
Pergerakan saham yang terafiliasi dengan Sandiaga Uno pun kompak tiarap. Salah satunya saham Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Mengutip data RTI, Kamis (19/10/2023) saham SRTG harus ambles 30 poin atau melemah 1,83 persen ke level Rp 1.605 per unit saham hingga perdagangan sore hari ini pukul 14:50 Wib.
SRTG bergerak dari level terendah Rp 1.580 hingga posisi tertinggi Rp 1.655. Sebanyak 11,46 juta lembar saham sudah ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 18,55 miliar.
Baca Juga: Sandiaga Uno Tak Terpilih jadi Cawapres Ganjar, Sahamnya Teriris Merah
Selanjutnya ada saham Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) Sandiaga memiliki saham emiten konstruksi ini melalui PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sebesar 173.913.000 atau sekitar 6,97% dari total kepemilikan saham NRCA. Namun, Saratoga bukanlah pemegang saham pengendali NRCA.
Pergerakan sahammnya pun ikutan ambles hingga sore ini, tercatat NRCA turun 6 poin atau melemah 1,70 persen ke level Rp 346. Sepanjang hari ini NRCA sudah ditransaksinya sebanyak 673 ribu kali dengan nilai mencapai Rp 235 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!
-
Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara
-
Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T
-
Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia
-
Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri
-
Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara
-
THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan
-
Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian
-
Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?
-
Ungkap Ketimpangan ASN Kemenkeu, Purbaya Guyon Mau Potong Gaji Pegawai Pajak