Suara.com - PT Surveyor Indonesia (SI) bekerja sama dengan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasion), Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) melakukan penjurian pada 10 Kabupaten yang lolos program I-SIM For Regencies.
I-SIM for Regencies merupakan program inisiatif berskema rating & awarding untuk meningkatkan integrasi dan kolaborasi multi-stakeholders ekosistem SDGs Indonesia di tingkat Kabupaten.
Salah satu peserta, memaparkan presentasinya di depan para juri, yaitu Pelaksana Harian (Plh.) Bupati Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan, pihaknya mengusung program Go-Best (Bogor Bebas Stunting) yang dijalankan sejak tahun 2020.
Menurutnya, program ini berhasil masuk ke dalam Penjurian Top 10 I-Sim For Regencies 2023, yang diadakan oleh PT Surveyor Indonesia (SI).
"Hari ini, Kabupaten Bogor mengangkat tema 'Bogor Bebas Stunting'. Program kami dinilai karya yang positif, ya kami berterima kasih," ujar Burhanudin, ditulis Kamis (2/11/2023).
Ia menjelaskan, dalam penanganan stunting di kabupaten ini pihaknya fokus pada 114 desa dan 35 kecamatan hingga tahun 2023. Dengan total jumlah penduduk mendekati 6 juta orang.
Jumlah ini, kata dia, sama dengan jumlah penduduk Propinsi Sumatera Barat dan Bali.
Ia merinci, pada tahun 2020 jumlah balita dengan stunting mencapai 12,79 persen dari total jumlah penduduk, atau sebanyak 40.959 balita.
Lalu, turun di tahun 2021 menjadi 9,98 persen atau sebanyak 32.123 balita.
Baca Juga: Mantan Pimpinan PT Surveyor Indonesia Cabang Makassar Jadi Tersangka, Modus Merekayasa Proyek
"Tahun 2023, jumlah stunting yang ada berhasil diturunkan menjadi 1,59 persen atau 6.231 balita. Jumlahnya, mungkin dibilang besar, tapi ini karena jumlah penduduk kami juga banyak dibandingkan Kabupaten lainnya," bebernya.
Sejauh ini, pihaknya telah mengintegrasikan berbagai program, baik yang ada di internal, masyarakat, pelaku usaha, maupun program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), yang diprioritaskan pada program percepatan penurunan angka stunting.
"Kesehatan ini butuh intervensi. Karena kalau stunting gagal ditangani, maka bonus demografi Indonesia tidak bisa optimal," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah
-
Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah
-
RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan