Inna merasa bersyukur dirinya tidak hanya menjadi seorang penjahit untuk menghidupi ia dan keluarganya tapi juga bisa ‘menolong’ ibu-ibu lain yang membutuhkan penghasilan.
Ia masih mengingat ketika Rumah Jahit Kaina menerima beberapa ibu rumah tangga yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh orang terdekatnya.
“Dulu, ada lima orang yang saya ajari dari nol. Dua orang diantaranya merupakan korban KDRT yang dilakukan suaminya. Karena saya dulu pernah gabung jadi relawan bantu korban KDRT, jadi punya informasi cukup terkait perkembangan kasus ini,” ungkap Inna, kembali meneropong masa-masa kala Rumah Jahit Kaina jadi 'tempat bernaung' para korban KDRT itu.
Dua perempuan yang menjadi korban KDRT mengikuti program belajar di Rumah Jahit Kaina selama kurang lebih tiga tahun. Selama masa pembelajaran, keduanya tidak hanya diajarkan keterampilan berwirausaha, tetapi juga diberikan dukungan untuk menyembuhkan trauma akibat kekerasan yang mereka alami di masa lalu melalui diskusi bersama psikiater dan terus berkarya.
Rumah Jahit Kaina berusaha keras agar para korban terus bisa berkembang untuk diri mereka sendiri, terutama karena pada saat itu suami mereka sedang dipenjara. Ada kekhawatiran bahwa membiarkan korban KDRT tinggal sendirian dapat berdampak buruk pada kesehatan mental mereka di masa depan.
Inna, pengelola Rumah Jahit Kaina, merasa bersyukur karena bertemu dengan kedua perempuan tersebut. Mereka tidak hanya belajar banyak dalam hal keterampilan kerja, tetapi juga mengatasi masalah kehidupan. Salah satu dari mereka, yang diakui cekatan dalam bekerja, kini telah bekerja sebagai penjahit di Jepang selama empat tahun.
"Mendapatkan kehidupan yang baik, Alhamdulillah. Rekan kerja dan bosnya baik, dan dia betah tinggal di sana. Namun, sayangnya, satu orang lainnya telah meninggal dunia. Saya sangat bersedih ketika itu terjadi," kenang Inna.
Inna senantiasa mengingat, kapan saja dirinya bisa membantu para korban KDRT tanpa terkecuali. Para korban, menurut dia, harus selalu mendapatkan pendampingan dan aktivitas rutin yang memberdayakan korban sehingga, dengan kangkah-langkah yang tepat, mereka mampu bangkit dari keterpurukan.
Berkembang Melalui Komunitas
Baca Juga: Dua Transfer Mengejutkan di Paruh Musim BRI Liga 1 2023/2024
Rumah Jahit Kaina adalah satu dari sekian banyak contoh usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang mampu berkembang sekaligus turut berperan di tengah masyarakat.
Perkembangan Rumah Jahit Kaina hingga saat ini tidak lepas dari dukungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui UMKM BRIncubator.
Inna selaku sosok yang berperan vital di Rumah Jahit Kaina mengatakan, di BRIncubator, ia belajar berbagai hal yang mendukung usahanya itu berkembang lebih jauh.
"Saya cukup banyak belajar di sana. Terutama dalam mengelola keuangan usaha. Sebagai pelaku usaha kecil, cukup banyak ilmu yang saya terima dari workshop yang diadakan," kata Inna Pertiwi.
BRIncubator adalah program persembahan dari BRI yang berorientasi mendukung UMKM dengan membuka peluang akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas serta kapabilitas usaha secara digital sehingga mampu menembus pasar ekspor secara luas.
Inna memahami, para penjahit yang tergabung di Rumah Jahit Kaina mayoritas adalah ibu rumah tangga yang sibuk dengan urusan rumah tangga.
Berita Terkait
-
Link Live Streaming Bali United vs Borneo FC di BRI Liga 1 Malam Ini, Segera Berlangsung
-
Link Live Streaming Dewa United vs PSM Makassar di BRI Liga 1, Segera Kick Off
-
Perkuat Lini Pertahanan, PSIS Semarang Umumkan Rekrut Bek Muda Papua Barnabas Sobor
-
Prediksi Dewa United vs PSM Makassar di BRI Liga 1: Susunan Pemain, Head to Head, Skor dan Live Streaming
-
Dua Transfer Mengejutkan di Paruh Musim BRI Liga 1 2023/2024
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta
-
Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana
-
Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional