Suara.com - Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu meminta perusahaan media untuk mengkaji ulang pembuatan konten berita yang menggunakan AI atau Artificial Intelligence. Menurut dia sebuah karya jurnalistik yang berkualitas harus menunjang konteks, fakta, informan ahli dan konfirmasi.
Hal tersebut dikatakan Ninik dalam acara Diskusi Terbuka bertajuk What's Next After Publisher Rights: AI For Media yang dilihat secara virtual, Jumat (24/11/2023).
"Karya jurnalistik itu butuh konteks, butuh fakta, butuh informan ahli, butuh konfirmasi. Yang sekarang zaman digital yang serba cepat tapi hal itu tidak dilakukan justru yang terjadi AI itu tidak memberikan kontribusi positif," Papar Ninik.
Ninik pun meminta kepada pelaku usaha media untuk berpikir dua kali dalam memanfaatkan AI untuk memproduksi sebuah konten.
"Saya mendorong kawan-kawan untuk melakukan kajian terlebih dahulu jangan sampai konten-konten yang bersumber dari AI itu kontennya dangkal, tidak mengahadirkan konteks, informasi yang akurat tidak terjadi," katanya.
Selain itu yang menjadi perhatian dirinya adalah soal hukum, dimana dengan adanya teknologi satu ini memungkinkan sebuah konten itu akan sama atau kembar. Kondisi ini akan menimbulkan plagiarisme.
"Kita juga dihadapkan pada belum adanya declare (dimana) berita yang dibuat kawan-kawan media itu bersumber dari AI. Ini jadi perlu transparansi, jangan sembunyi-sembunyi," katanya.
"Orang mendeklrasikan apa yang disampaikan bersumber dari apa itu kita belum terbiasa, kita ingin bahwa apa yang kita buat original pemikiran padahal ngambil dari orang lain. Nah ini yang saya pikir itu etik, moral dan saya pikir itu penting supaya kita tidak bermain drama," tambahnya.
Maka dari itu Ninik berpandangan bahwa kehadiran AI hanya sebuah tools atau alat yang sifatnya hanya membantu, tetapi peranan sesoarang jurnalistik tetap harus mendominasi.
"AI ini hanya tools. Karena yang bisa tetap mengkontrol hanya manusia agar kaidah-kaidah jurnalistik berkualitas tetap berada pada koridor-koridor yang ada. Jadi saya pikir investasi terbaik saat ini hanya pada manusia bukan pada mesin," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
Terkini
-
Rupiah Makin Ambruk Hingga ke Level Rp 16.855
-
8 Ide Usaha Menjanjikan di Desa dengan Modal Kecil yang Menguntungkan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
Harga Beras SPHP Akan Dipatok Sama Rp 12.500/Liter di Seluruh Wilayah RI
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
DJP Kemenkeu Berhentikan Sementara Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK
-
Pegawai Pajak Kena OTT KPK, Purbaya: Kami Bantu Dari Sisi Hukum, Tak Akan Ditinggal
-
Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM