Suara.com - Salesforce merilis laporan terbarunya soal kecerdasan buatan generatif atau Generative Artificial Intelegence (AI). Dalam laporan itu, mayoritas pelaku usaha menggunakan AI dalam membenahi segala hal mulai dari proses bisnis hingga organisasi.
Salesforce mengungkapkan, sebanyak 87% pemimpin TI di Indonesia mengatakan bahwa peran AI dalam organisasi mereka sudah cukup diakui, dan persentase ini diperkirakan akan terus meningkat karena 86% dari mereka meyakini bahwa AI generatif akan segera memainkan peran penting dalam organisasi mereka.
Namun, mereka tetap melihat hal tersebut dengan penuh kehati-hatian, mengingat 53% di antaranya memiliki kekhawatiran terhadap praktik etika terkait AI generatif.
"Dalam iklim ekonomi saat ini, AI yang terpercaya dapat berkontribusi besar bagi para pemimpin TI di Indonesia. Terutama, bagi mereka yang tengah menghadapi berbagai tekanan dalam memenuhi tuntutan bisnis dan kebutuhan pelanggan yang terus berubah,” kata Gavin Barfield, Vice President & Chief Technology Officer, Solutions, ASEAN Salesforce yang dikutip, Selasa (12/12/2023).
Dalam laporannya, Kapasitas Tim TI terkuras dengan adanya transformasi digital saat ini. Ada beberapa penyesuaian penting yang perlu dilakukan oleh tim TI dalam aktivitas kerjanya, yang meliputi perubahan target atau KPI, tuntutan kebutuhan bisnis, evolusi teknologi, dan tekanan ekonomi.
Sebanyak 47% organisasi TI di Indonesia menghadapi kesulitan dalam menjawab berbagai tuntutan bisnis yang ada. Situasi ini menjadi semakin menantang karena 69% dari mereka memproyeksikan adanya peningkatan permintaan layanan TI selama 18 bulan ke depan.
Menanggapi hal ini, 91% pemimpin TI di Indonesia pun semakin terdorong untuk berfokus pada efisiensi operasional.
Adanya dorongan untuk meningkatkan upaya pengembangan aplikasi. Permintaan terhadap pengembangan aplikasi terus meningkat, baik yang ditujukan bagi kebutuhan pelanggan maupun karyawan internal.
Namun, hanya 50% dari organisasi TI di Indonesia yang bisa mengimbangi semua permintaan tersebut. Untuk meningkatkan kapasitas kerjanya, 74% organisasi TI pun sudah mengadopsi alat low-code atau no-code.
Baca Juga: Emiten DCII Pastikan Kembangkan Industri Data Center di Dalam Negeri
Selain itu, 63% di antaranya pun menerapkan konsep komposabilitas, di mana blok pengembangan yang terstandarisasi dapat digunakan kembali untuk menggantikan beberapa ‘kode khusus’.
"Seiring dengan upaya Indonesia untuk memperkuat ekosistem AI secara nasional, para pemimpin TI pun harus bisa memanfaatkan keunggulan yang ditawarkan oleh AI dan otomatisasi, agar dapat semakin meningkatkan kecepatan, produktivitas, dan personalisasi dalam skala besar," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu