Suara.com - Memasuki penghujung tahun 2023, BPJS Ketenagakerjaan kembali menciptakan terobosan guna memberikan kemudahan layanan, khususnya bagi penerima manfaat program Jaminan Pensiun (JP).
Kali ini BPJS Ketenagakerjaan bersinergi dengan Bank Mandiri Taspen (Mantap) dalam pemanfaatan layanan e-oten (autentikasi digital) sebagai salah satu kanal bagi peserta maupun ahli warisnya untuk melakukan konfirmasi pembayaran manfaat pensiun berkala.
Hadirnya kanal baru ini tentunya menjadi angin segar bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan karena proses konfirmasi JP berkala yang dilakukan setiap 3 bulan dapat dilakukan dimana dan kapan saja dengan lebih cepat dan mudah, tanpa harus ke kantor cabang. Kerjasama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani langsung oleh Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Roswita Nilakurnia dan Direktur Bisnis Bank Mantap Maswar Purnama bertempat di Grha BPJAMSOSTEK Jakarta, Jum’at (29/12/2023).
Dalam keterangannya Roswita mengatakan bahwa mulai tahun 2030 diprediksi pembayaran manfaat pensiun akan mengalami lonjakan. Hal ini disebabkan karena peserta yang telah memasuki usia pensiun dan memiliki masa iur 15 tahun sejak program JP diluncurkan pada 2015 lalu, berhak atas manfaat JP berkala tersebut.
“Kami sangat menyambut hangat kerjasama ini karena nanti mulai tahun 2030 kami akan mulai membayarkan manfaat pensiun berkala untuk seluruh peserta jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk mulai memperluas kanal untuk memudahkan para peserta sehingga mereka dapat terlayani dengan baik. Kami juga menyadari bahwa untuk mewujudkannya diperlukan juga kolaborasi dengan pihak lain dan salah satunya dengan Bank Mantap yang kita lakukan pada hari ini,”terang Roswita.
Menurut data, hingga November 2023 jumlah peserta aktif program JP telah mencapai 14 juta pekerja. Sementara itu untuk manfaat jaminan pensiun yang telah dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan pada tahun ini telah mencapai Rp 1,3 Triliun dari 189 ribu klaim penerima manfaat, dimana sekitar 111 ribu adalah klaim manfaat Pensiun Berkala. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat di tahun 2030 karena berdasarkan PP 45 Tahun 2015, peserta yang telah memasuki usia pensiun dan telah memiliki masa iur 15 tahun sejak program JP diluncurkan, akan menerima manfaat JP secara berkala.
Pada kesempatan tersebut Direktur Bisnis Bank Mantap Maswar Purnama merasa bangga karena telah diberi kepercayaan untuk turut serta menyejahterakan pekerja Indonesia. Pihaknya juga menyebut selain layanan perbankan, nantinya peserta BPJS Ketenagakerjaan juga dapat menikmati berbagai program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan dari Bank Mantap salah satunya Mantap Sejahtera yakni berupa program pendampingan bagi para pensiun yang ingin berwirausaha.
“Kami dari Bank Mandiri Taspen mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaannya kepada bank Mantap yang diberi kesempatan untuk memberikan layanan perbankan buat para peserta BPJS Ketenagakerjaan. Semoga kerjasama antara Bank Mandiri Taspen dengan BPJS Ketenagakerjaan ini kedepannya bisa terus berkembang dan bisa memberi manfaat yang baik buat kedua organisasi ini,”ujarnya.
Menutup kegiatan tersebut Roswita berkomitmen untuk terus menciptakan pengalaman pelanggan yang ekselen dan memberikan kemudahan akses layanan, sehingga kepuasan pelanggan dapat meningkat. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh pekerja untuk memastikan dirinya terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Gercep Bayarkan Santunan Korban Ledakan Smelter Morowali
Bagi pekerja formal, hal ini menjadi kewajiban pemberi kerja untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam 5 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Dengan demikian para pekerja dijamin mampu bekerja tanpa rasa cemas karena seluruh risiko kecelakaan kerja, kematian, hingga risiko finansial lainnya ketika memasuki masa pensiun telah dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
“Bagi para pekerja, pastikan diri kita bisa kerja keras bebas cemas karena telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga kerja makin tenang dan ketika pensiun bisa hidup sejahtera,” tutup Roswita.
Berita Terkait
-
Outfit Anggun dan Elegan Nagita Slavina Saat Resmikan Restoran di Paris Jadi Sorotan: Pakai Tas Branded Rp34 Juta!
-
Bank Mandiri Taspen Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Purnabakti
-
Fundamental Kuat, BRI Optimistis Arungi Tahun 2024
-
3 Gurita Bisnis Baim Wong, Artis yang Dihujat usai Jual iPad Murah
-
Mau Bikin Beach Club, Ingat Lagi 7 Bisnis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang Bangkrut
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham
-
Pendampingan PNM Dirasakan Langsung oleh Perempuan Pesisir Kaltim
-
Kampanye Judi Pasti Rugi Makin Masif, Transaksi Judol Anjlok 57 persen
-
Purbaya Bantah Bos BEI dan OJK Ramai-ramai Mundur Gegara Prabowo Marah
-
Saham-saham Milik Konglomerat Terancam Aturan Free Float, Potensi Delisting?
-
Purbaya Pede IHSG Tak Lagi Kebakaran Senin Depan Meski Petinggi BEI dan OJK Mundur
-
Tak Hanya Danantara, Lembaga Keuangan Asing Bisa Jadi Pemegang Saham BEI
-
Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual
-
Harga BBM Turun di Semua SPBU Pertamina, Vivo, Shell dan BP
-
IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun