Suara.com - Calon anggota legislatif DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta III, Erwin Aksa memaparkan programnya untuk membangun hunian layak bagi masyarakat di sudut kota dan UMKM di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Riau.
Sebagai penyeimbang program-program Erwin Aksa, hadir juga pengamat sosial dan politik Rocky Gerung. Tujuannya, untuk dapat memberikan pandangan dan masukan, termasuk kritikan. Sehingga, program-progran yang akan dibangun oleh Erwin Aksa sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Talkskhow ini disajikan dalam program “Dengar Langsung EA bersama Rocky Gerung”. Acara digelar dalam bentuk Live Streaming di Platform Youtube dan Facebook Erwin Aksa. Kegiatan ini digelar secara hybrid, dan peserta yang hadir secara onsite sebanyak 50 orang yang merupakan warga Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
“Kami mengakui, masih banyak rumah warga di Taman Sari, Jakarta Barat yang belum layak huni. Kondisi ini, sangat memprihatinkan karena akan mengganggu kesehatan dan kenyamanan hidup warga,” ungkap Erwin ditulis Senin (15/1/2024).
Masih adanya warga hidup dengan kualitas yang tidak layak, jelas dia, terjadi karena tingkat pendapatan masyarakat yang masih rendah, serta belum meratanya penyebaran hasil pembangunan.
“Karena itu, sangat perlu untuk memaksimalkan program percepatan pembangunan ekonomi di Jakarta Barat yang dilakukan, seiring dengan program bantuan sosial yang ada,” terang Erwin.
Infrastruktur Sebagai Kebutuhan Dasar Manusia
Menanggapi hal tersebut, Rocky Gerung menyebut, hunian maupun infrastruktur merupakan kebutuhan dasar manusia. Menurutnya, permasalahan mendasar terkait hunian dan kehidupan layak harus diubah melalui kebijakan.
“Infrastruktur itu adalah kebutuhan dasar, bahkan hak dasar manusia. Di antara keberagaman itu, ada hal yang mendasar menjadi hak warga negara yaitu hunian, hidup yang cukup stabil, lalu udara yang sehat. Itu semua harus diubah dengan kebijakan,” ujarnya.
Baca Juga: Dukung Pengembangan Usaha Mikro, BSI Siap Salurkan Rp16 Triliun KUR Syariah di 2024
Rocky juga menambahkan, hunian yang menjadi kebutuhan dasar manusia dapat menjadi acuan awal pembangunan. Hunian yang layak akan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Kita mau pembangunan itu dimulai dari dasar kehidupan manusia itu. Dia mau mencari rasa aman itu dasarnya, setelah itu dia bisa eksplorasi,” jelas Rocky.
Kepastian Penerima Kredit Rumah Bersubsidi
Menurut Erwin Aksa, pemerintah harus memastikan bahwa masyarakat miskin di Jakarta Barat yang masih hidup dalam hunian tidak layak mendapatkan bantuan sosial. Baik bantuan langsung tunai, serta bantuan lain, termasuk kredit pemilikan rumah subsidi.
“Masyarakat perlu mendapatkan kepastian untuk bisa memperoleh kredit pemilikan rumah bersubsidi, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Intinya, kelayakan rumah hunian bagi masyarakat harus mendapat perhatian serius pemerintah,” papar Erwin.
Sejalan dengan itu, jelasnya, warga yang tidak memiliki pekerjaan diberikan kesempatan bekerja. Namun, tentu saja dengan memastikan kualifikasinya. Bagi dia, pemuda yang perlu mendapatkan pelatihan diberikan pelatihan yang akan meningkatkan kualifikasinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil
-
Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik