Suara.com - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok bercerita keluh kesah bekerja di BUMN. Menurut dia, bekerja di perusahaan pelat merah memang bergengsi, tetapi banyak cerita miris yang dihadapinya selama ini.
Misalnya, cerita miris itu jika seseorang memiliki kinerja yang sangat cemerlang belum tentu bisa diapresiasi. Akan tetapi jika salah sedikit risiko yang dihadapi bisa masuk penjara.
"Karena saya bisa mengerti, di BUMN, kadang-kadang di BUMN itu ya kita kerja baik belum tentu (mendapat) terima kasih, betul Bu Dirut (Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati)? Nanti kalau salah sedikit masuk penjara, dipanggil-panggil lagi. Jadi, akhirnya semua orang takut-takut," ujar Ahok saat peresmian SPBH Jelambar, Jakarta Barat, yang dikutip, Kamis (18/1/2023).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini melanjutkan, pihaknya dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati telah memutuskan untuk membangun SPBH dan bekerja sama dengan salah satu produsen mobil untuk mengembangkan ekosistem hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa keputusan ini bukan karena korupsi, tetapi karena keinginan untuk memajukan negara.
"Akhirnya saya katakan, mari kita putuskan bersama. Ini (groundbreaking SPBH dan kerja sama dengan pabrikan mobil) adalah keputusan dewan komisaris dan direksi. Tentu kita bukan curang. Kalau korupsi saja bisa berjamaah, masa kita benar-benar untuk negara kita takut?" tegas Ahok.
Adapun, SPBH pertama di Indonesia berlokasi di Jelambar, Jakarta Barat. Fasilitas ini akan siap dalam 6 bulan ke depan dan bisa digunakan untuk umum.
Pertamina juga memiliki 17 titik sumber hidrogen di seluruh Indonesia yang bisa digunakan untuk membangun SPBH lainnya.
Sementara, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, perseroan yang dinilai telah siap membangun ekosistem hidrogen di dalam negeri. Upaya ini juga menjadi bagian mendorong percepatan mewujudkan target net zero emission (NZE) di 2060.
Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk Mantan Bos AP II Jadi Komut Pelni
Dia menambahkan, bahwa Pertamina akan menyediakan berbagai pilihan bahan bakar untuk kendaraan, termasuk biofuel biasa, kendaraan listrik (EV), dan hidrogen. Masyarakat nantinya akan menentukan pilihannya.
"Infrastruktur kita sudah siap dan tinggal bangun HRS saja. Ayo kita buktikan kita bisa provide semua jenis fuel yang diperlukan mobil. Karena hari ini Pertamina lah yang support energi terbesar untuk sektor transportasi," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
Holding Mitra Mikro Perluas Inklusi Keuangan Lewat 430 Ribu Agen BRILink Mekaar
-
IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Purbaya Rotasi Pegawai Pajak usai OTT KPK, Kali Ketiga dalam Sebulan
-
Mendag Ungkap Harga CPO Hingga Batu Bara Anjlok di 2025
-
Meski Transaksi Digital Masif, BCA Tetap Gas Tambah Kantor Cabang
-
Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026
-
Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan
-
BRI Perkuat CSR Lewat Aksi Bersih-Bersih Pantai Dukung Gerakan Indonesia ASRI