Suara.com - Executives' Global Network (EGN), sebuah jaringan keanggotaan eksekutif berbasis peer group mengungkapkan tantangan yang dihadapi pelaku usaha di tahun 2024. Dua tantangannya yang akan menghantui pelaku usaha yaitu Kondisi Geopolitik hingga kecerdasan buatan atau AI.
Hal ini diketahui dari survei yang dilakukan oleh EGN. Survei tersebut turut menyoroti bahwa tantangan seperti ketersediaan tenaga kerja ahli, resesi global, dan kurangnya kesiapan untuk mengadopsi teknologi Kecerdasan Buatan (AI), merupakan beberapa isu utama yang akan dihadapi oleh dunia bisnis.
"AI dan teknologi digital lainnya menjadi tren yang sangat signifikan untuk diantisipasi tahun ini, sebagaimana yang ditekankan oleh para anggota kami dalam hasil survei. Oleh karena itu, kami sangat teliti dalam memilih topik diskusi untuk pertemuan dan lokakarya peer group kami," ujar Co-Founder dan Managing Director, EGN Indonesia, Dona Amelia yang dikutip, Senin (18/1/2024).
"Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa mereka dapat memperoleh wawasan yang relevan dan mendalam, yang dapat membantu mereka menghadapi berbagai tren dan tantangan yang tengah berkembang saat ini," sambung dia.
Atas tantangan itu, Dona memastikan, saat pertama kali memasuki pasar Indonesia pada Maret 2022 lalu, EGN membawa misi untuk membantu para pemimpin menjadi individu yang lebih baik.
Misi ini telah menjadi landasan utama EGN sejak tahun 1992, yang didedikasikan untuk memberdayakan para pemimpin bisnis dengan dorongan yang mereka perlukan agar dapat mewujudkan perubahan positif, menawarkan nilai tambah, dan lebih berkontribusi pada kesuksesan pribadi dan organisasi mereka
Konsep ini memberikan kesempatan bagi para pemimpin untuk memanfaatkan pengalaman kolektif dari sesama anggota di dalam kelompoknya masing-masing. Dengan demikian, mereka dapat saling mempelajari berbagai tantangan dan permasalahan dari para anggota EGN yang bekerja di perusahaan dengan skala yang serupa.
Hal ini sejalan dengan hasil survei terbaru dari EGN Indonesia, di mana 80% dari anggotanya menyatakan bahwa jaringan berbasis peer group besutan EGN tersebut dapat memberikan manfaat signifikan sebagai wadah untuk memperoleh pembelajaran dari pengalaman, perspektif, dan pengetahuan beragam yang dimiliki oleh rekan sesama anggota.
"Fokus kami tidak terpaku pada pertumbuhan angka, melainkan juga pada dampak yang dapat kami berikan kepada para anggota. Hal ini menjadi krusial, terutama mengingat bagaimana komunitas bisnis dihadapkan pada tantangan geopolitik dan ketidakstabilan ekonomi yang dapat mempengaruhi organisasi mereka secara langsung," imbuh dia.
Baca Juga: Majukan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Banjar Lewat Pelatihan Ikan Air Tawar
Selain itu, sekitar tiga perempat dari responden setuju bahwa diskusi-diskusi bermakna yang terjadi selama pertemuan kelompok EGN menjadi faktor utama yang membedakannya dengan organisasi-organisasi jaringan keanggotaan sejenis.
Bahkan, dalam hasil survei tersebut, ada anggota yang berbagi pengalaman di mana isu yang dibahas dalam salah satu pertemuan EGN sangat serupa dengan tantangan yang tengah ia hadapi di lingkungan perusahaannya. Anggota tersebut menerima solusi yang diberikan oleh rekan-rekan anggotanya dan terbukti efektif dalam membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh organisasinya.
"Tren lainnya yang kami amati adalah kesiapan para eksekutif untuk melakukan investasi dalam sarana-sarana yang dapat memperkaya hubungan profesional mereka melalui keterlibatan dalam jaringan profesional seperti EGN, agar tidak selalu bergantung pada apa yang ditawarkan oleh perusahaan mereka semata," pungkas Dona.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026
-
Vietjet Amankan Kesepakatan US$6,1 Miliar untuk Ekspansi Asia-Pasifik
-
Wings Group Makin Agresif Buka Cabang Baru FamilyMart
-
30 Ton Bantuan Pangan di Kirim ke Aceh Tamiang
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
Holding Mitra Mikro Perluas Inklusi Keuangan Lewat 430 Ribu Agen BRILink Mekaar