Suara.com - Industri kesehatan berkembang pesat saat ini, salah satunya adalah teknologi stem cell atau sel punca.
Di Indonesia sendiri inovasi ini makin marak saja dipraktekkan. Lantas amankah metode terapi satu ini?
Presiden Direktur SmartCo Group sekaligus Ketua Komite Tetap Pasar Kerja dan Pemagangan KADIN Indonesia, Sari W Pramono mengatakan terobosan ini menawarkan harapan baru bagi individu yang menghadapi efek penuaan sel, serta berbagai kondisi degeneratif yang mengikuti.
"Tujuan terapi stem cell dapat digunakan tidak hanya untuk memperlambat proses penuaan tetapi juga untuk memperbaiki kerusakan pada rambut dan kulit, serta mengatasi berbagai masalah kesehatan lainnya sebagai solusi regeneratif yang komprehensif," kata Sari dikutip dalam keterangannya Jumat (1/3/2024).
Meski demikian Sari menekankan pentingnya penelitian berkelanjutan untuk memastikan terapi ini aman dan efektif, mencatat bahwa stem cell yang digunakan dalam penelitian mereka diambil dengan cara yang etis, tanpa melibatkan hewan atau tumbuhan, untuk mengurangi risiko dan meningkatkan keamanan.
“Sebagai inovator dari teknologi stem cell, kami telah menguji di lab kami mengenai potensi metode kami untuk kesehatan secara menyeluruh dan bisa jadi solusi untuk anti-aging misalnya keremajaan kulit, mobilitas sendi, kesehatan rambut, bahkan vitalitas dan kesehatan seksual," papar Sari.
Sari menambahkan Jakarta Stemcell Center bukan hanya melayani orang yang sudah bergejala saja, tapi bisa juga sebagai tindakan preventif.
"Layanan kesehatan bukan cuma jika sudah ada gejala, karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati, ya. Terapi-terapi dalam layanan kesehatan kami bisa untuk tindakan preventif juga, bisa menjangkau tujuan kesehatan yang holistik dan personalised, tentunya dilayani oleh tenaga medis ahli dan alat-alat dengan teknologi terkini.” ujar Sari.
DR. dr. Cosmos Octavius Mangunsong SpM(K), co-founder dan dokter spesialis mata di Jakarta Stemcell Centre menambahkan bahwa dulu inovasi ini sempat kontroversial.
Kata dia pada prinsipnya, semua manusia punya stem cell sejak dalam kandungan. Stem cell ini membantu manusia berkembang. Kemudian ketika manusia lahir, stem cell ini ‘tidur’ dan akan aktif ketika dibutuhkan misalnya ketika kita sakit atau luka.
"Dulu, memang terapi ini kontroversial karena berisiko, tapi setelah melalui puluhan tahun penelitian, terapi stem cell sekarang dijamin aman dan efektif karena jenis stem cell-nya tidak diambil dari hewan maupun tumbuhan, sehingga aman digunakan.” katanya.
Stem Cell sendiri pernah disinggung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pasalnya kata dia banyak dari pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri hanya untuk mendapatkan terapi satu ini.
Untuk itu saat ini pemerintah Indonesia bakal memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia dengan meningkatkan sejumlah pengembangan teknologi baik vaksin, Biotech, API, genome sequencing, stem cell, dan International/Medical tourism.
"Lebih dari US$ 11 miliar biaya pengobatan dihabiskan di luar negeri ini angka fantastis. Kita mau bikin di dalam negeri," kata Luhut.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Konsisten Benahi Kesehatan Mental Karyawan BUMN, Pegadaian Ikut Dukung Roadshow ke-5 di Kalimantan
-
Program Keluarga SIGAP Siap Lindungi Lebih dari Satu Juta Anak Indonesia dengan Perubahan Perilaku Positif
-
Kolaborasi Telemedisin dan Asuransi Kesehatan Hadirkan Layanan Medis yang Semakin Efisien dan Efektif
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri