Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) akan terus melakukan inovasi dalam menjalankan bisnisnya menuju era keberlanjutan di tengah ketatnya persaingan industri semen.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari mengatakan, emiten dengan kode saham SMGR ini telah menjadikan riset terapan sebagai basis pengembangan produk dan aplikasi ramah lingkungan, agar secara terus menerus menghasilkan produk dan solusi inovatif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Menurutnya SIG senantiasa menjalankan proses bisnis dengan mengacu kepada kerangka ESG sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah, termasuk melaksanakan riset berstandar nasional dan internasional.
"Sehingga produk yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab perubahan zaman dan memenuhi kebutuhan di industri bahan bangunan yang terus berkembang menuju ke arah industri rendah karbon,” kata Reni Wulandari dikutip dalam keterangannya Rabu (6/3/2024).
Baru-baru ini kata dia SIG melalui karya ilmiah (paper) berjudul “Sustainable High Performance Concrete for Transportation Infrastructure Developments”, berhasil meraih penghargaan Best Paper Award kategori Sustainable Transportation pada ajang 11th International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2024 di Bali.
“Sustainable High Performance Concrete for Transportation Infrastructure Developments" yang merupakan hasil riset bersama antara fungsi Research & Development SIG dengan BRIN berhasil dalam pengembangan beton bermutu tinggi ramah lingkungan.
General Manager of Research and Development SIG, Oktoria Masniari menjelaskan, hasil riset dalam paper yang diajukan pada ICSEEA 2024 menunjukkan bahwa beton yang dikembangkan menggunakan semen hidraulis tipe High Early SNI 8912:2020 memiliki kualitas yang tidak kalah dari beton konvensional karena mampu menopang beban lalu lintas yang besar dan tingkat kepadatan arus lalu lintas yang tinggi.
Beton berbahan dasar semen hidraulis tipe High Early SNI 8912:2020 juga mampu mencapai 100% target mutu kuat lentur 4,5 MPa hanya dalam 3 hari, atau lebih cepat dari standar yang dipersyaratkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) untuk aplikasi perkerasan jalan yaitu 28 hari (mutu beton FS45).
Selain itu, keunggulan lain dari beton berbahan dasar semen hidraulis SNI 8912:2020 adalah lebih ramah lingkungan. Semen hidraulis merupakan tipe semen yang diproduksi dengan mengoptimasikan pemanfaatan sustainable cementitious materials, sehingga dalam aplikasinya dapat menghasilkan material beton dengan emisi CO2 yang lebih rendah.
Baca Juga: Beto Goncalves yang Masih Ganas di Usia 43 Tahun, Ada Kans Balik ke Timnas Indonesia?
“Pengembangan produk yang rendah emisi karbon merupakan kontribusi dan dukungan SIG terhadap upaya kolektif mencapai target net zero emission, guna memitigasi dampak perubahan iklim sehingga bumi tetap menjadi tempat yang nyaman untuk seluruh makhluk hidup,” tutup Reni Wulandari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup
-
Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional
-
Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I
-
Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar
-
Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?
-
Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter
-
Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar
-
Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi
-
Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir