Suara.com - Saat membuka acara acara BRI Microfinance Outlook 2024 di Jakarta, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) telah berhasil memberikan kontribusi dalam pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Jokowi, BRI telah berkontribusi untuk masyarakat Indonesia dalam penyaluran dana pinjaman modal UMKM, melalui pembiayaan ultra mikro (UMi) yang kini mencapai 8,2 juta nasabah. Holding Ultra Mikro menjadi salah satu strategi besar BRI, untuk menjangkau Usaha Ultra Mikro menjadi lebih besar dan lebih luas.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, BRI Life yang merupakan salah satu anak perusahaan BRI, terus mendukung induk melakukan sinergi guna mendorong penguatan UMKM. Salah satunya, melalui kolaborasi dengan agen BRILink yang melayani pembelian produk asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRI Life.
Agen BRILink yang merupakan mitra kerja perluasan layanan Bank BRI ini, dapat melayani transaksi perbankan mulai dari transfer, tarik tunai, setoran pembayaran tagihan listrik PLN, air, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, dan berbagai transaksi lainnya.
Direktur Pemasaran BRI Life Sutadi menjelaskan bahwa, lebih dari 740.000 agen BRILinK tercatat hingga Desember 2023, yang sebagian yaitu sekitar 55.000 agen BRILink telah terdaftar dan dapat melayani penjualan produk asuransi AMKKM.
“Saat ini, sebagian Agen BRILink telah dapat melayani pembelian Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRI Life. AMKKM ini merupakan asuransi mikro yang memberikan proteksi maksimal terhadap nasabah dari risiko kecelakaan dan meninggal dunia, dengan harga premi terjangkau mulai dari Rp 50 ribu dan berlaku untuk satu tahun,” kata Sutadi ditulis Senin (18/3/2024).
Konsep bisnis Agen BRILink adalah bersifat kemitraan, dalam menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat. Karenanya, BRI Life terus memberikan edukasi kepada Agen BRILink untuk dapat melayani transaksi keuangan bagi masyarakat dengan aman dan nyaman.
BRI Life mencatat, pertumbuhan nilai premi baru ekuivalen yang disetahunkan atau Annualized Premium Equivalent (APE) yang dicapai oleh produk asuransi AMKKM di tahun 2023 melalui Kanal Alternate tercatat sebesar Rp743,12 milyar. Sementara, pertumbuhan APE asuransi AMKKM di bulan Januari 2024 adalah sebesar Rp36,45 milyar, meningkat 39,21% di bulan Februari yang sebesar Rp50,75 milyar.
“Secara umum pertumbuhan asuransi mikro KKM ini menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran berasuransi pada para pelaku UMKM sehingga dengan sendirinya menunjukkan adanya penguatan sektor UMKM,” kata Sutadi.
Baca Juga: UMKM Makin Maju, Pondasi Keuangan Juga Harus Kuat!
Menurut Sutadi, BRI Life akan terus mengembangkan pemasaran melalui Agen BRILink, dengan menggunakan media EDC Android sebagai tools pemasaran.
“Dengan semua inisiatif yang ada dan pangsa pasar yang sangat luas di induk kami di BRI, kami yakin produk asuransi AMKKM dapat terus bertumbuh ke depan” tutup Sutadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Pusat-Daerah Diminta Berantas Perlintasan Kereta Api Ilegal
-
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178 Triliun, Mayoritas ke Sektor Produksi
-
Danantara Berencana Pegang Saham PT BEI, CORE Ingatkan soal Konflik Kepentingan
-
Karier Friderica Widyasari Dewi: Ketua OJK Baru Punya Jejak di KSEI Hingga BEI
-
Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru dengan Latar Belakang Mentereng
-
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi Ketua OJK
-
KPI Olah 330 Juta Barel Bahan Baku Sepanjang 2025
-
Bursa Saham Terguncang: Indeks Ambruk, Pimpinan Regulator Mundur Massal
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Bencana bagi Korban Banjir dan Longsor di Cisarua Bandung Barat
-
ANTAM dan IBC Gandeng Huayou Cobalt Percepat Hilirisasi Baterai Nasional