Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaporkan peningkatan harta kekayaan yang ia miliki menjelang akhir masa jabatan pada Oktober 2024 ini.
Berdasarkan situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK pada Senin (25/3/2024) yang masih dalam tahap verifikasi terlihat jumlah harta Jokowi mencapai Rp95,8 miliar pada 2023.
"Total harta kekayaan Rp95.820.385.076," demikian tertulis dalam situs tersebut.
Jumlah harta tersebut naik sekitar Rp13,4 miliar jika dibandingkan LHKPN tahun 2022. Dimana sebelumnya Jokowi tercatat melaporkan harta Rp82.369.583.676.
Asal tahu saja dalam daftar Kepatuhan LHKPN teranyar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno tercatat masih menjadi menteri yang memiliki jumlah harta paling banyak. Dirinya tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp7.977.146.639.632.
Pada posisi kedua ada Menteri Pertahanan sekaligus Calon Presiden Prabowo Subianto yang memiliki harta sebesar Rp 2.042.682.732.691. Kemudian di bawahnya lagi pada posisi ketiga ada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan harta Rp 1.191.638.824.880.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto