Suara.com - PT Angkasa Pura Aviasi sebagai pengelola Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, melayani 15 rute penerbangan domestik dan tujuh rute internasional setiap hari.
Dikutip dari kantor berita Antara, Data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 Bandara Internasional Kualanamu mulai Kamis (4/4/2024) sampai Minggu (14/4/2024) menunjukkan total pemudik arus Balik Lebaran 2024 mencapai 268.284 orang yang didistribusikan via 1.877 pesawat.
Otoritas Bandara Wilayah II Medan mengimbau para pemudik arus Balik Lebaran 2024 yang menggunakan transportasi udara agar memanfaatkan mesin pendaftaran mandiri atau self check-in di Bandara Internasional Kualanamu.
"Kami menyediakan delapan mesin check-in mandiri di Kualanamu," jelas Sokhib Al Rokhman, Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Senin (15/4/2024).
Tujuan imbauan ini demi menghindari penumpukan penumpang yang mengantre panjang di masing-masing tempat pendaftaran (counter check-in) maskapai bandara.
Selain itu, Otoritas Bandara Wilayah II Medan juga meminta kepada konsumen arus Balik Lebaran via transportasi udara agar menggunakan fasilitas check-in daring melalui smartphone.
"Kami prioritaskan antrean di check-in counter. Kami melakukan rekayasa, sehingga antrean di check-in counter maskapai bisa terurai dengan baik," lanjut Sokhib Al Rokhman.
Langkah konkret lainnya adalah memanggil perwakilan maskapai, terutama pihak yang memiliki konsumen arus Balik Lebaran terbanyak agar mampu melakukan serangkaian rekayasa di area check-in counter.
"Jadi kami sudah evaluasi bersama direktur operasi PT Angkasa Pura Aviasi dan mungkin akan diterapkan, seperti antrean ular memutar. Tapi di ujung cuma satu, dan check-in counter beroperasi ada beberapa," tukasnya.
Sebagai bukti kesiapan melayani konsumen Mudik Lebaran dan Balik Lebaran 2024, Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara membuka Posko Angkutan Lebaran 2024.
"Masa angkutan Lebaran 1445 Hijriyah 16 hari, yaitu 3 - 18 April 2024," papar Heriyanto Wibowo, Director of Operation & Services Bandara Internasional Kualanamu.
Berita Terkait
-
Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini
-
Link dan Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2026
-
Kementerian Haji dan Umrah, Pengamat : Antrean Panjang dan Korupsi Kuota Jadi PR Utama!
-
Baru Seumur Jagung! BBN Airlines Tutup Semua Rute Penerbangan Domestik di Indonesia
-
Gegara Pajak Avtur, Harga Tiket Pesawat ke Luar Negeri Lebih Murah Ketimbang Domestik
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati