Suara.com - Andika Yohantoro, tokoh muda Kutai Timur, telah lama berjuang dalam pengolahan sampah organik dan anorganik di CTC (Composting Training Center) yang ada di Sangatta. Awalnya, ia aktif sebagai Ketua Remaja Kreatif Peduli Lingkungan (RKPL) di wilayah penghasil tambang batubara terbesar di Indonesia ini. Kepedulian Andika dipicu saat melihat kebiasaan warga membuang sampah sembarangan di jalan-jalan perkampungan warga.
Mulanya, Andika mengajak warga memilah sampah di setiap rumah dan dikumpulkan dengan metode Bank Sampah. Memang tak mudah melakukannya, namun berkat kegigihannya, kini kebiasaan itu telah menjadi hal rutin yang dilakukan warga. Setiap Jumat, Andika mendorong nasabah Bank Sampah agar tabungan sampahnya disedekahkan.
“Hasil sedekah sampah digunakan untuk yatim piatu dan kegiatan sosial. Tiga rumah tak layak huni berhasil direnovasi menjadi rumah layak huni yang sumber dananya berasal dari Sedekah Sampah ini,” jelas Andhika ditulis Sabtu (11/5/2024).
Selain itu, menurutnya, kegiatan Jumat Berbagi juga digagas untuk membagikan makanan bagi yang membutuhkan.
“Pengelolaan sampah ini akhirnya dapat menjadi berkah bagi semua,” tutur Andika.
Tak hanya pengangkutan sampah rumah tangga dan pemilahan sampah yang dilakukan di Pusat Pengolahan Sampah atau CTC, program lainnya adalah daur ulang sampah menjadi kompos.
Kompos yang dihasilkan dapat mencapai 20kg/karung dan dijual seharga Rp45ribu. Omzet dari kompos mencapai Rp40juta per bulan. Sementara itu, sampah plastik diolah menjadi BBM Pertalite, solar, dan minyak tanah.
Sampah organik yang dihasilkan per hari adalah sekitar 3 ton, dan sampah anorganik 1 kuintal atau 2 ton per minggu.
“Pengolahan sampah menjadi kompos adalah salah satu solusi dalam mengurangi sampah domestik di Kutai Timur,” jelas Andhika lagi.
Andika adalah peraih penghargaan Kalpataru pada 2022 di tingkat Kaltim untuk kategori Penyelamat Lingkungan. Sepak terjangnya dalam pelestarian lingkungan membuat Andika menjadi juara 1 Local Heroes setelah sebelumnya memenangkan Lomba Kampung Bersemi dan penerima PNPM Mandiri terbaik se-Indonesia.
Composting Training Center (CTC) adalah salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau CSR (Corporate Social Responsibility) yang secara konsisten dilakukan PT Kaltim Prima Coal (KPC).
CTC dan berbagai program lain, seperti Dusun Konservasi dan Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan contoh kolaborasi program yang dilakukan antara KPC dengan berbagai pihak di Kabupaten Kutai Timur untuk menangani permasalahan lingkungan yang terkait pengelolaan sampah domestik.
KPC senantiasa menerapkan prinsip Good Mining Practice dalam operasional tambang dengan mekanisme ramah lingkungan, yang salah satu tujuannya adalah meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.
Komitmen implementasi pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dilakukan oleh emiten batubara terbesar di Indonesia sekaligus induk usaha KPC, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI).
Perubahan komposisi lingkungan sebagai bagian dari proses penambangan harus dapat memberikan dampak positif dan dengan nilai ekonomi sosial yang tinggi bagi pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar lokasi tambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
ASN Digital 2026: Cara Login, Aktivasi MFA, dan Integrasi SIASIN e-Kinerja
-
Soroti Sanitasi di Aceh Tamiang Pascabencana, Kementerian PU Siapkan TPA Rantau
-
Menhub Ungkap Hari Ini Puncak Arus Balik Nataru
-
Menhub Ungkap Hari Ini Puncak Arus Balik Nataru
-
Purbaya Respons Konflik China-Taiwan, Ini Efeknya ke Ekonomi RI
-
Tarif Listrik Kuartal I 2026 Tak Naik, PLN Berikan Penjelasan
-
Dana Sisa Anggaran Himbara Ditarik Rp75 Triliun, Menkeu Mau Bagi-bagi ke Kementerian
-
Purbaya Curhat Kena Omel Gegara Coretax Banyak Eror, Akui Masih Rumit
-
Solusi Masalah e-Kinerja BKN 2026: Data Tidak Sinkron, Gagal Login, hingga SKP Guru
-
Purbaya Buka Peluang Tarik Pajak E-commerce 2026