- Menteri Keuangan Purbaya menyatakan konflik geopolitik Tiongkok-Taiwan berada di luar kendalinya sebagai Menkeu.
- Purbaya menegaskan fokusnya adalah kebijakan domestik serta penguatan daya saing ekonomi di pasar global.
- Jika konflik berlanjut, stabilitas ekonomi dipastikan melalui penguatan pasar domestik berkontribusi 90 persen.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal konflik China dan Taiwan yang memanas beberapa waktu belakangan. Ia menyebut kalau hal itu bukan berada di bawah kendalinya.
"Kalau geopolitik itu hal yang di luar kendalinya kita," kata Menkeu Purbaya saat konferensi pers akhir di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Purbaya menyebut kalau dirinya ikut memperhatikan konflik China-Taiwan yang memanas sejak ia masih di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Namun setelah menjabat Menkeu, dia ingin fokus di kebijakan dalam negeri.
"Saya akan fokus ke kebijakan dalam negeri saja, dan kebijakan-kebijakan yang memperkuat daya saing kita di pasar luar negeri. Masalah geopolitik di luar kendali saya," tambahnya.
Jika konflik terus berlanjut, Purbaya memastikan bakal memperkuat ekonomi dalam negeri. Ia mengklaim pasar domestik memberikan kontribusi 90 persen ke perekonomian.
Purbaya juga meminta untuk tidak takut dengan konflik luar negeri.
"Seandainya ribut pun, kalau kita bisa jaga domestik ekonominya, di mana domestik demand memberi kontribusi kita 90 persen terhadap perekonomian, harusnya kita akan aman-aman saja. Jadi anda enggak usah takut, anda di tangan orang yang ahli," umbarnya.
"Kalau kita sudah bersatu, harusnya sih enggak ada masalah untuk perekonomian kita," jelas dia.
Baca Juga: Dana Sisa Anggaran Himbara Ditarik Rp75 Triliun, Menkeu Mau Bagi-bagi ke Kementerian
Berita Terkait
-
Dana Sisa Anggaran Himbara Ditarik Rp75 Triliun, Menkeu Mau Bagi-bagi ke Kementerian
-
Purbaya Curhat Kena Omel Gegara Coretax Banyak Eror, Akui Masih Rumit
-
Purbaya Buka Peluang Tarik Pajak E-commerce 2026
-
Siap-siap! Menkeu Purbaya Kasih Sinyal IHSG Melesat ke 10.000
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998