Lebih lanjut, Donny juga berbagi tentang strategi Standard Chartered. Di sisi bisnis Corporate and Investment Banking (CIB) Standard Chartered akan terus mendorong masuknya foreign direct investment ke Indonesia dengan mengandalkan jaringannya yang kuat, terutama sebagi satu satunya bank asing yang hadir di semua negara anggota ASEAN. Cina, Korea dan Jepang merupakan negara-negara dengan hubungan bisnis yang kuat dengan Indonesia yang juga merupakan fokus pertumbuhan bisnis bagi Standard Chartered.
Bank juga terus berfokus pada upaya transisi menuju net zero dan keuangan berkelanjutan. Standard Chartered Indonesia akan terus mendukung korporasi lokal dan BUMN dalam transisi mereka menuju net zero, sejalan dengan ambisi Bank untuk memobilisasi pendanaan berkelanjutan sebesar USD 300 miliar.
Standard Chartered juga akan memanfaatkan jaringan uniknya untuk mendukung perusahaanperusahaan Indonesia memperluas kehadiran mereka di luar negeri, dan meraih peluang investasi khususnya terkait rantai pasokan baterai dan kendaraan listrik, Data Centre, dan energi terbarukan.
Donny menjelaskan bahwa Bank menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian inti dari bisnis dan kegiatan operasionalnya, terutama di negara dengan aspirasi keberlanjutan yang tinggi seperti Indonesia.
Sesuai dengan laporan terbaru berjudul “The Southeast Asia’s Green Economy 2024” yang diterbitkan oleh Standard Chartered dengan bekerja sama dengan Bain & Company, GenZero, dan Temasek, Indonesia telah mengalami peningkatan yang stabil sebesar 28% dalam investasi ramah lingkungan swasta pada tahun 2023.
Laporan tersebut juga membahas berbagai kesempatan investasi hijau di Indonesia seperti infrastruktur untuk mobil listrik, pelestarian hutan, tanah gambut serta blue carbon mangrove restoration. Lebih lanjut laporan ini juga menggaris bawahi kemajuan yang terlihat di Indonesia dalam pengurangan emisi Gas Rumah Kaca dan peluncuran JETP CIPP (Just Energy Transition Partnership - Comprehensive Investment and Policy Plan) yang menguraikan prioritas dan rencana pendanaan untuk implementasi JETP.
Bank juga telah melakukan berbagai inisiatif pembiayaan berkelanjutan, antara lain memberikan fasilitas pinjaman kepada perusahaan manufaktur kendaraan listrik untuk memfasilitasi produksi kendaraan listrik di dalam negeri serta Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya.
Bank juga terlibat dalam empat transaksi Repurchase Agreement (Repo) dengan Bank BUMN dengan jumlah total USD 150 juta dan IDR 2.5 trilliun. Fasilitas repo ini mendukung penyediaan liquiditas USD untuk pembuayaan terkait ESG di Indonesia. Adapun pendapatan sustainable finance Bank juga tumbuh dua digit setiap tahunnya sejak tahun 2021.
Sementara itu, disisi consumer, saat ini Bank telah mengalihkan fokus bisnis perbankan ritelnya ke digital partnership, selagi terus mengembangkan layanan wealth management dan priority banking yang ditawarkan Bank serta bisnis corporate banking yang kuat di Indonesia.
Baca Juga: Standard Chartered Gencar Ekspansi di Indonesia, Ada Akulaku Hingga Bank Danamon
Strategi ini terus menunjukkan hasil yang menjanjikan, terlihat dari besaran transaksi harian untuk Pinjaman Digital yang naik secara signifikan hingga mendekati USD 1 juta per hari. Selain itu, portfolio digital loan balance Bank meningkat sebanyak empat kali lipat di tahun 2023, dan angka tersebut diproyeksikan akan tumbuh lebih lanjut sebesar empat kali lipat lagi pada tahun ini.
Standard Chartered juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan fintech dan akan mengumumkan nama-nama tersebut dalam waktu dekat.
Rino “Donny” Donosepoetro, Cluster CEO, Indonesia and ASEAN Markets (Australia, Brunei and The Philippines), menjelaskan, “Standard Chartered sangat bangga atas kehadiran kami di Indonesia selama lebih dari 160 tahun, serta pencapaian yang telah kami raih selama ini. Kami memiliki keyakinan yang kuat terhadap potensi Indonesia dan berharap dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara dan dalam memenuhi kebutuhan klien kami yang terus berkembang. Dalam menjalankan peran baru ini, saya juga sangat optimis atas peluang-peluang yang ada di depan kami. Standard Chartered Indonesia terdiri dari individu-individu mumpuni yang selalu berupaya memanfaatkan keahlian dan sumber daya kami untuk memberikan nilai lebih kepada para pemangku kepentingan.”
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Konsumsi BBM hingga Listrik Diproyeksikan Meningkat Selama Lebaran, Pemerintah Bentuk Posko!
-
Dari Kilang ke Meja Makan: Bagaimana Konflik Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Pangan
-
Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat
-
Kelola Rp85 T Duit MBG, BGN dan Kementerian Purbaya Pantau Penggunaan Anggaran Secara Digital
-
Laba Bersih Melesat 115 Persen, Bank Jago (ARTO) Catat Kinerja Solid Sepanjang 2025
-
Atasi Darurat Sampah, Pemerintah Kejar Setoran 14 Proyek Waste to Energy
-
IHSG Menguat 0,53% di Sesi I, Tapi Banyak Saham Merah
-
Tak Dipotong Pajak! THR Prabowo-Gibran Cair, Segini Besarannya
-
BNI Sekuritas Optimistis Pasar Saham, Proyeksi IHSG Capai 7.800 Didukung Sektor Komoditas
-
Presiden Prabowo: Krisis Global Dorong Indonesia Percepat Swasembada Energi