Suara.com - Token platform Bittime, Palapa (PLPA) kembali meluncurkan kampanye airdrop untuk meramaikan pasar aset kripto Indonesia. Masyarakat diharap bisa berpartisipasi dalam event airdrop Deposit to Earn eksklusif kali ini dan menikmati banyak keuntungan yang diperoleh.
Untuk diketahui, airdrop adalah sebuah metode distribusi aset kripto kepada sebagian orang, komunitas, atau publik yang diberikan secara cuma-cuma dengan mengikuti beberapa aktivitas. Dalam gelaran airdrop kali ini, masyarakat bisa berpartisipasi melalui situs serta media sosial Bittime dan token Palapa.
CEO Bittime, Ryan Lymn mengatakan gelaran airdrop bertajuk Deposit to Earn kali ini lebih eksklusif dibandingkan event sebelumnya. Pasalnya, tak hanya besaran hadiah token yang eksklusif, aktifitasnya juga khusus berfokus dalam ekosistem Bittime sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto yang resmi.
“Dalam gelaran airdrop terbaru ini, kami memberikan hadiah total hingga 3.000.000 PLPA. Sebagai token platform Bittime, airdrop Palapa kali ini akan memberikan pengalaman eksklusif dalam ekosistem,” ungkapnya ditulis Senin (20/5/2024).
Adapun untuk dapat berpartisipasi dalam event airdrop kali ini, terdapat beberapa tahap untuk diikuti. Pertama, peserta harus registrasi aplikasi Bittime dan melakukan verifikasi (KYC) identitas dahulu.
Kedua, peserta wajib bertransaksi baik deposit, jual beli, atau staking. Nantinya setiap mencapai jumlah tertentu, peserta bisa mendapatkan kesempatan untuk membuka paket hadiah. Ketiga, peserta bisa mengundang teman untuk memperbesar jumlah poin akumulasi.
Peserta akan mendapatkan sejumlah poin secara acak dengan membuka paket hadiah. Selanjutnya, sistem akan mendistribusikan token berdasarkan statistik poin peserta setelah event airdrop selesai.
Ia berharap dengan adanya airdrop kali ini, publik dan masyarakat dapat mengenal dan menikmati berbagai fitur dalam ekosistem Bittime. Apalagi, hadiah yang ditawarkan merupakan token platform Bittime yang akan memberikan keuntungan bagi penggunanya.
“Karena Palapa adalah token platform Bittime, maka nantinya masyarakat yang memperoleh airdrop ini akan mendapatkan banyak keuntungan. Pasalnya, ada banyak utilitas token Palapa untuk platform Bittime,” jelasnya.
Baca Juga: Penurunan Inflasi AS Picu Optimisme Pasar Kripto Kembali Meroket
CEO Palapa Jimmy Siswanto Wong mengatakan, beberapa fungsi token Palapa di ekosistem Bittime nantinya antara lain sebagai diskon biaya transaksi berdasarkan jumlah PLPA yang dimiliki, hingga kuota penarikan dan deposit gratis.
“Sebagai token platform Bittime, kami berkomitmen untuk memberikan banyak keuntungan bagi para holder Palapa. Khususnya dalam ekosistem Bittime, ada berbagai fitur khusus yang dapat digunakan holder Palapa dan tentunya menguntungkan,” jelasnya.
Jimmy menambahkan, sebagai salah satu token platform lokal, Palapa menyiapkan diri untuk menjadi garda terdepan industri Web3 Indonesia. Apalagi, saat ini pasar aset kripto tengah berada dalam masa yang positif di tengah berbagai sentimen.
“Saat ini industri blockchain dan Web3 di Indonesia tengah berkembang dan terus tumbuh menghijau. Ini kesempatan terbaik bagi masyarakat untuk mendukung dan memiliki token lokal. Apalagi Palapa adalah token platform Bittime yang memiliki banyak fitur unggul dan telah berizin dan diawasi oleh Bappebti,” ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi