Suara.com - Baru-baru ini ayah Ayu Ting Ting yakni Abdul Rozak terlibat adu mulut saat menunaikan ibadah haji.
Disebut-sebut sosok yang akrab disapa Ayah Ojak itu naik pitam karena negaranya yakni Indonesia disebut sebagai negara miskin oleh seorang jamaah Malaysia.
Lantas bagaimana faktanya?
Dikutip dari ulasan yang pernah dibagikan oleh akun Twitter @neohistoria_id, bila merujuk dari GDP per kapita, Malaysia berada di urutan ke-68. Sedangkan Indonesia berada di urutan ke-113.
Ranking tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia lebih besar secara kuantitas tapi kalah dalam segi kualitas yang mencakup standar kehidupan hingga kesejahteraan warganya.
Bicara soal standar kehidupan dan kesejahteraan warganya, Indonesia bisa dibilang telah naik kelas sebagai negara berpenghasilan menengah atas alias upper middle income country berdasar kategorisasi terbaru yang dirilis Bank Dunia.
Sebagai informasi, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasar GNI per kapita dalam empat kategori yaitu low income 1.035 US dollar, lower middle income yakni 1.036 US dollar hingga 4.045 US dollar, upper middle income dengan standar 4.046 US dollar hingga 12.535 US dollar serta high income di atas 12.535 US dollar.
Bila melansir dari data BPS perekonomian Indonesia pada 2022 dihitung berdasar Produk Domestik Bruto atau PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp19.588,4 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp71 juta atau 4.783,9 US dollar.
Kemudian apabila dibandingkan dengan data yang dirilis Bank Dunia, perekonomian Indonesia pada 2022 dihitung berdasar PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp19.588,4 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp71,82 juta atau 4.788 US dollar.
Baca Juga: Semprot Orang Malaysia yang Hina Indonesia, Ayah Ayu Ting Ting Punya Gelar Pendidikan Ini
Meski sedikit berbeda antara hitungan BPS dengan Bank Dunia tetapi dari data yang disampaikan punya kesamaan dimana Indonesia masuk dalam kelas upper middle income.
Lebih jauh, jika diranking untuk cakupan Asia Tenggara, PDB per kapita Indonesia berada di urutan ke-5 di bawah Thailand, Malaysia Brunei Darussalam serta Singapura di posisi pertama.
Kenapa Malaysia Lebih Kaya?
Kembali bila merujuk pada ulasan yang dibagikan akun @neohistoria_id, Malaysia memang lebih muda dibanding Indonesia dari segi status sebagai negara meredeka, tetapi Malaysia punya strategi baik dalam mengelola negaranya.
Sejak terbentuk pada 1963, Malaysia fokus dalam mengembangkan industri manufaktur dan ekspor.
"Sementara Indonesia masih didominasi sektor pertanian dan jasa. Industri umumnya menghasilkan pendapatan lebih tinggi," terangnya.
Berita Terkait
-
Ternyata Ini Alasan Ayah Ayu Ting Ting Ngamuk ke Jemaah Haji Malaysia
-
Ayah Ayu Ting Ting Ngamuk ke Jamaah Haji Malaysia, Dulu Saja Pernah Banting Kardus Marahi Anaknya
-
Ayah Ayu Ting Ting Luapkan Emosi usai Dikatai Indonesia Miskin, Belum Tahu Koleksi Kendaraannya
-
Berani Semprot Jemaah Haji Malaysia, Apa Pekerjaan Abdul Razak Ayah Ayu Ting Ting?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini
-
Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
-
Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik
-
Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang