Bisnis / Keuangan
Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyaknya laporan terkait Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan dijual ke asing karena kinerjanya buruk tapi dirinya menolak rencana itu. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Prabowo ungkap PT PAL, Pindad, PTDI hingga Garuda sempat hendak dijual.
  • Sejumlah BUMN yang lama merugi diklaim mulai mencetak laba.
  • Danantara tutup 240 BUMN rugi, target naik jadi 250 akhir Juli.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyaknya laporan terkait Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan dijual ke asing karena kinerjanya buruk tapi dirinya menolak rencana itu.

BUMN yang disebut Prabowo antara lain PT PAL (Persero), PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), hingga maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI dibunuh dan mau dijual. Kita bangkitkan," kata Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/7/2026).

Menurut Prabowo, hasil pembenahan mulai terlihat. PT PAL, misalnya, kini telah mampu memproduksi kapal perang hingga kapal selam serta tengah mengembangkan kapal-kapal dengan teknologi lebih maju.

Sementara itu, PT Pindad diklaim berhasil memperoleh kontrak ekspor dari Arab Saudi untuk penyediaan senapan dan senapan mesin bagi militer negara tersebut.

"Baru saja saya dapat laporan, dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad," ujarnya.

Tidak hanya sektor pertahanan, Prabowo juga mengungkapkan Garuda Indonesia sempat hampir dilepas kepada investor asing. Namun, pemerintah memilih memperbaiki tata kelola perusahaan sehingga maskapai nasional tersebut diklaim segera kembali membukukan keuntungan setelah bertahun-tahun mengalami kerugian.

"Garuda tadinya mau dijual, bulan depan sudah mulai untung. Pelan-pelan kita perbaiki semua kekurangan," kata Prabowo.

Presiden juga mengaku menerima laporan bahwa sejumlah BUMN yang selama puluhan tahun mencatat kerugian kini mulai menghasilkan laba.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Proyek Rp1,4 Triliun untuk Pangan dan Air Baku

"Saya dapat laporan bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi, tahun ini mulai untung," ujarnya.

Prabowo menilai perbaikan tersebut merupakan hasil restrukturisasi yang dilakukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Menurutnya, pembenahan dilakukan karena selama ini sebagian BUMN menjadi tempat praktik korupsi yang menggerus kinerja perusahaan.

Selain itu, Prabowo mengaku terkejut saat mengetahui jumlah BUMN beserta anak usahanya mencapai lebih dari 1.000 entitas ketika dirinya dilantik sebagai presiden.

"Begitu saya dilantik jadi presiden baru saya diberitahu BUMN kita 1.077. Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan. Itu adalah cara mereka untuk sembunyikan uang negara, sembunyikan uang rakyat. Ini kita tertibkan," tegasnya.

Sebagai bagian dari penataan tersebut, Prabowo mengatakan Danantara telah menutup sekitar 240 BUMN yang dinilai tidak sehat dan merugi. Jumlah itu ditargetkan bertambah menjadi sekitar 250 perusahaan pada akhir Juli.

Pemerintah berharap langkah konsolidasi dan restrukturisasi tersebut dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing BUMN, serta mengoptimalkan kontribusi perusahaan pelat merah terhadap perekonomian nasional.

Load More