Suara.com - Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera didesain untuk menyelesaikan masalah backlog perumahan nasional melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan bunga yang terjangkau.
Dikutip dari kantor berita Antara, inilah pengertian Tapera oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR).
Herry Trisaputra Zuna, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Pembiayaan, di Jakarta, Jumat (31/5/2024) menyatakan banyak negara yang sudah menerapkan skema seperti Tapera. Antara lain Singapura, Malaysia, China, Korea Selatan,dan masih banyak lagi negara lainnya.
"Berdasarkan Undang-Undang nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat dan juga Undang-Undang nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan & Kawasan Pemukiman, Badan Pengelola (BP) Tapera menjadi institusi yang didesain untuk menyelesaikan masalah perumahan ini, di mana cara kerjanya melalui skema tabungan dari anggotanya, kemudian oleh BP Tapera akan dipupuk sehingga nilainya besar," lanjut Herry Trisaputra Zuna menjelaskan lebih detail.
Di Indonesia terdapat 9,9 juta backlog kepemilikan atau masyarakat yang belum memiliki rumah. Selain itu, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, masih ada 26 juta orang menghuni rumah tidak layak.
"Jadi kalau kita hitung totalnya ada sekitar 36 juta orang yang harus diselesaikan permasalahan huniannya. Sehingga besarnya unit harus diselesaikan, bagi yang belum punya rumah solusinya bisa mengambil KPR Tapera atau Kredit Bangun Rumah (KBR) Tapera," tandas Herry Trisaputra Zuna.
Bagi masyarakat yang rumahnya tidak layak huni, dibutuhkan kredit renovasi rumah.
"Jadi dua hal ini harus kita selesaikan," lanjutnya.
Kementerian PUPR sendiri memiliki program bernama Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan sumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan rata-rata tahun lalu terdapat sekira 229 ribu unit rumah yang disediakan. Akan tetapi tahun ini menurun menjadi sekira 167 ribu unit rumah.
Baca Juga: 83 Persen Rampung, Tugu Nol Kilometer Banjarmasin Dilengkapi Bangunan UMKM
Kemudian program lainnya dari Kementerian PUPR adalah Tapera. Tapera sendiri saat ini jumlahnya masih kecil karena sampai saat ini belum dilakukan pungutan.
"Nanti kalau sudah besar diharapkan bisa menopang bersama-sama dengan APBN untuk bisa menyelesaikan backlog yang besar tadi. Itu kondisi riil yg dihadapi," ungkap Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Pembiayaan.
Di luar itu juga terdapat fasilitas Subsidi Uang Muka sebesar Rp 4 juta dari Kementerian PUPR kepada para penerima manfaat.
Program bantuan perumahan lainnya di Kementerian PUPR adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diperuntukkan bagi masyarakat Desil 1 dan Desil 2 yang memang pendapatannya tidak memungkinkan untuk membeli rumah.
"Tentu kembali lagi bagaimana angka backlog yang besar tadi bisa terukur dan kami selesaikan. Maka kami butuh skema pembiayaannya," tukasnya.
Dari hasil pemupukan tabungan peserta oleh BP Tapera, akan dimanfaatkan untuk menyediakan KPR dengan bunga yang terjangkau.
Berita Terkait
-
BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Cara Cek Kelayakan KPR Online agar Pengajuan Aman, Praktis Tanpa Harus ke Bank
-
Wujudkan Rumah Impian di BRI x REI Expo 2026, Tawarkan Bunga KPR Mulai 1,75 Persen
-
Yakinkan Buruh Bisa Punya Rumah! Prabowo Dobrak Aturan Bank, Beri Napas Cicilan KPR hingga 40 Tahun
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi
-
Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis
-
Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru
-
Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan
-
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram
-
MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini
-
Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan
-
Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya
-
Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta