Suara.com - Hasil produksi ikan dari nelayan tangkap di Penajam Paser Utara sepanjang 2022 tercatat 6.400 ton dan pada 2023 produksi ikan tangkap nelayan terdata mencapai 7.000 ton.
Dikutip dari kantor berita Antara, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur memberikan bantuan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.
"Hasil tangkapan ikan nelayan pada 2023 bertambah dari tahun sebelumnya (2022), tetapi hasil produksi ikan dari nelayan tangkap itu, masih cukup rendah dibandingkan dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Penajam Paser Utara," papar Rozihan Asward, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara pada Kamis (4/7/2024).
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan pemerintah pusat memberikan bantuan berupa peralatan tangkap nelayan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai bentuk dorongan untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan.
Pemkab telah menyalurkan bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Maju Bersama di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu yang bersumber DAK pemerintah pusat.
Bantuan yang diberikan kepada nelayan itu, berupa kapal berbahan fiber dan mesin GX 390 sebanyak 15 unit, jaket keselamatan 30 unit, dan 15 unit kotak pendingin ikan.
"Sebanyak 15 unit kapal bantuan itu berukuran 30 GT (gross ton) yang dilengkapi mesin kapal, alat tangkap dan sarana keselamatan pelayaran," tukas Rozihan Asward tentang detail bantuan.
Bantuan yang telah diberikan harus dioptimalkan, agar bisa membantu nelayan khususnya di Desa Babulu Laut dalam meningkatkan hasil tangkapan ikan.
Diharapkan sepanjang 2024 produksi ikan tangkap di Kabupaten Penajam Paser Utara lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Pemerintah kabupaten terus mendorong peningkatan produksi ikan tangkap," jelas Rozihan Asward,
Dengan peningkatan bantuan dari pemerintah yan diberikan kepada nelayan ini, maka mereka bisa meningkatkan hasil tangkapan ikan yang ujungnya menambah penghasilan.
Berita Terkait
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Pendangkalan Sungai Hambat Aktivitas Nelayan di Padang
-
Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188
-
Musim Tuna Tiba, Nelayan Sendang Biru Kebanjiran Tangkapan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71
-
Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!
-
IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global
-
Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam
-
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
-
Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market