Suara.com - PP Muhammadiyah berencana masuk dalam industri perbankan syariah di Indonesia, setelah keluar menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI). Salah satunya dengan mengakuisisi KB Bank Syariah (KBBS).
Pengamat Perbankan Piter Abdullah menyebut memang perlu ada pemain besar untuk mengembangkan perbankan syariah di Indonesia.
Selama ini, Piter bilang, Indonesia masih kalah dengan negara tetangga yaitu Malaysia dalam pengembangan perbankan syariah.
"Ya harus didukung oleh big player. Nah kita tahu bahwa Muhammadiyah ini adalah potensinya untuk menggerakkan bermain lebih aktif di dalam memajukan perbankan syariah itu potensinya besar sekali. Jadi saya mendukung sekali," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Kamis (18/7/2024).
Piter berharap rencana Muhammadiyah ini tidak hanya sebagai rumor belaka saja. Sebab, potensi Muhammadiyah sangat besar untuk mengembangkan perbankan syariah mengalahkan negara tetangga.
"Kita berharap benar-benar perbankan Muhammadiyah yang memang akan masuk bermain dan ikut membangun perbankan syariah kita. Terlepas apakah dia akan masuk dengan mengakuisisi, mengambil, mencaplok Bank KB Syariah, atau mencaplok bank-bank syariah lain," ucap dia.
Piter menambahkan, saat ini industri perbankan syariah sangat besar sekali, tapi hanya dikuasai oleh bank syariah itu-itu saja, seperti BSI.
"Menurut saya sih itu adalah langkah yang bagus sekali. Karena perkembangan perbankan Syari'ah kita yang tanda kutip sekarang ini kan stagnan. Kalau dilihat dari pertumbuhannya masih oke," jelas dia.
"Perbankan Syari'ah kita kan didominasi oleh beberapa bank saja, terutama oleh BSI. Terjadi gap yang terlalu lebar antara BSI dengan bank Syari'ah lainnya. Sehingga persaingan di perbankan Syari'ah itu sendiri tidak begitu terasa," pungkas Piter.
Baca Juga: Tinggalkan BSI, Warga Muhammadiyah Serang Berjamaah Buka Rekening Bank Muamalat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia