Suara.com - Sosok Tomy Winata mencuri perhatian publik. Bagaimana tidak, Ia masuk dalam jajaran pebisnis sukses di Tanah Air. Hal ini pun mengundang rasa penasaran akan kekayaannya. Nah bagi yang ingin mengetahuinya, berikut ini kekayaan Tomy Winata.
Diketahui bahwa Tomy Winata salah satu konglomerat sukses di Indonesia dan memiliki beberapa perusahaan. Total kekayaannya pun sangat fantastis. Nah bagi yang penasaran dengan kekayaan Tomy Winata, simak ulasannya berikut ini.
Kekayaan Tomy Winata
Tomy Winata atau yang memiliki nama asli Oe Suat Hong ini merupakan pria yang lahir pada 23 Juli 1958. Ia dikenal sebagai konglomerat dari salah satu 9 naga, yakni sebutan bagi pengusaha yang menguasai perekonomian Indonesia.
Tomy Winata atau yang juga akrab disapa TW ini merupakan seorang pengusaha keturunan Tionghoa. Total kekayaan Tomy sekitar Rp12 triliun yang berasal dari bisnis-bisnisnya.
Tomy Winata tercatat dalam daftar 40 orang terkaya RI di tahun 2006 menurut Forbes. Kala itu, kekayaanya mencapai US$110 juta atau Rp 1,6 triliun.
Kemudian tahun 2016, Tomy berada di peringkat ke-43 dalam daftar 150 Orang terkaya Indonesia versi GlobeAsia. Kekayaannya menyentuh angka $900 juta atau setara Rp 12 triliun (sesuai kurs saat itu).
Sebelum menjadi konglomerat seperti sekarang, Tomy melalui masa-masa sulit. Meski masa-masa dulu hidupnya penuh kesulisan dan jauh dari gelimang harta, namun Tomy terus berusaha keras dalam bekerja.
Hingga waktu membawanya menuju kesuksesan dan memiliki banyak perusahaan. Adapun beberapa perusahannya sebagai berikut:
Baca Juga: Kenapa Disebut dengan 9 Naga? Sejarah Munculnya Istilah Para Pengusaha Mengendali Ekonomi Indonesia
1. PT Bank Artha Graha Internasional
PT Bank Artha Graha Internasional ini perusahaan milik Tomy yang berdiri tahun 1973. Perusahaan swasta erseroan terbatas ini bergerak pada bidang perbankan. Adapun Bank ini hasil merger dari Bank Artha Graha dan Bank Interpacific tahun 2005.
2. PT Jakarta International Hotels & Development Tbk.
Perusahaan milik Tomy berikutnya perusahaan property yakni PT Jakarta Internasional Hotels and Development. Perusahaan tersebut memiliki hotel bintang 5 dengan 695 kamar yang berada di Lapangan Banteng Jakarta.
3. PT Danayasa Arthatama
PT Danayasa Arthatama salah satu perusahaan miliki Tomy yang berada di Kawasan central bisnis di Indonesia yang dikenal dengan kawasan Sudirman Central Business District (SCBD).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan