Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama dengan Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia (PIKA-PI) ikut meramaikan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2024 dengan menampilkan 22 artwear berbahan kantong pupuk di Jember, Jawa Timur.
Pagelaran ini menjadi upaya Perusahaan mengenalkan karya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pupuk Indonesia Grup di kancah nasional maupun internasional.
Ketua PIKA-PI Group, Tata Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa, Pupuk Indonesia bersama PIKA-PI mendorong UMKM binaan, khususnya yang bergerak di bidang wastra (kain tradisional yang sarat akan makna budaya nusantara) untuk naik kasta dan go internasional. Salah satu upayanya dengan aktif mengikuti event-event level internasional, seperti JFC yang sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade ini.
“Kami melihat produk UMKM binaan Pupuk Indonesia bagus-bagus, dan berpotensi untuk tampil di ajang nasional maupun internasional. Keikutsertaan di JFC 2024 merupakan upaya kami bersama untuk mendorong UMKM perluasan pasar mereka. Kita tahu jika JFC merupakan salah satu ikon Indonesia di dunia internasional dan masuk dalam “Top 10” event unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2024 Kemenparekraf RI,” ujar Tata ditulis Minggu (4/8/2024).
Ia menambahkan, seluruh artwear yang dipamerkan nanti 30 persen bahannya menggunakan karung pupuk dari produk-produk Pupuk Indonesia Grup. Secara simbolis penggunaan bahan baku tersebut sekaligus merupakan bentuk dukungan terhadap keberlanjutan industri pertanian. Adapun, seluruh artwear bekerja sama dengan dua desainer terkemuka yakni Temma Prasetio dan Maya Ratih.
Lebih lanjut Tata menjelaskan, keiikutsertaan Pupuk Indonesia menampilkan 22 artwear di Jember Fashion Carnaval menjadi upaya Perusahaan menuju perhelatan yang lebih bergengsi, yakni Jakarta Fashion Week (JFW) 2025. Sebelumnya Pupuk Indonesia juga memperkenalkan produk UMKM binaan melalui Pesona Kriya Pupuk Indonesia 2024.
Selain itu, Pupuk Indonesia juga melakukan pembinaan UMKM sehingga meningkat kompetensinya dan dapat menghasilkan produk yang bersaing di tingkat nasional maupun global. Pembinaan juga dilakukan dengan mengikutsertakan pelaku UMKM tersebut di sejumlah pameran, khususnya yang berskala dunia.
"Kemitraan antara Pupuk Indonesia dengan UMKM ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan serta meningkatkan perekonomian serta kemandirian para pelaku UMKM khususnya perempuan. Kami percaya bahwa setiap karya yang dihasilkan oleh UMKM memiliki potensi untuk menciptakan dampak positif. Karya-karya yang ditampilkan ini mencerminkan keberagaman budaya, tradisi, dan kreativitas yang melebur menjadi koleksi luar biasa dari para desainer dan pengrajin UMKM di Indonesia,” tutup Tata.
Selain peserta dari dalam negeri, dalam JFC 2024 turut hadir 136 peserta dari Jepang yang berpartisipasi secara sukarela. Selain kesenian, Jepang juga akan menampilkan kembang api tradisionalnya. Selain itu, mereka juga ingin belajar soal budaya hingga kuliner Jember untuk dibawa ke Jepang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah
-
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
-
Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM
-
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
-
Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI
-
Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!
-
Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru