Suara.com - Penentuan program studi berkualitas tidak dapat serta merta disematkan begitu saja. Butuh indikator tertentu yang dapat menunjukkan apakah sebuah perguruan tinggi memiliki kualitas yang memadai. Salah satu indikator yang mencerminkan kualitas perguruan tinggi adalah nilai akreditasinya.
Akreditasi merupakan penilaian resmi yang diberikan oleh lembaga independen terhadap institusi pendidikan. Ini memastikan bahwa mereka memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Proses ini melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek dari program studi, termasuk kurikulum, fasilitas, tenaga pengajar, dan sistem penilaian. Hasil dari proses akreditasi memberikan gambaran mengenai kualitas pendidikan yang diberikan oleh institusi tersebut.
"Proses akreditasi adalah langkah penting bagi setiap institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Ini tidak hanya menunjukkan bahwa program yang ditawarkan memenuhi standar kualitas tertentu, tetapi juga memberikan jaminan kepada mahasiswa bahwa mereka menerima pendidikan terbaik,” kata Kepala Departemen Magister Desain BINUS Graduate Program, Dr. Ferric Limano, S.Sn, M.Ds.,.
Akreditasi ini membawa banyak manfaat bagi mahasiswa dan institusi. Bagi mahasiswa, akreditasi berarti mereka akan mendapatkan pendidikan yang diakui secara nasional dan mempersiapkan mereka dengan baik untuk karir di industri desain.
Bagi institusi, ini adalah pengakuan terhadap kualitas pendidikan yang mereka tawarkan dan dapat meningkatkan reputasi mereka di kancah nasional maupun internasional.
"Langkah selanjutnya setelah mendapatkan akreditasi ini adalah mengejar akreditasi penuh dan unggul, serta tambahan akreditasi internasional dari lembaga luar negeri," ucap Dr. Ferric.
Sementara itu, Program Magister Desain BINUS University baru-baru ini berhasil meraih akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Juli 2024.
Pencapaian ini merupakan pengakuan atas kualitas pendidikan yang diberikan oleh program studi Desain BINUS di tingkat pascasarjana.
Baca Juga: Jumat Bertasbih MAN 2 Bantul: Orasi Pemilos Penuh Semangat dan Antusiasme
Akreditasi ini merupakan penanda penting karena menunjukkan komitmen untuk menyediakan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional.
Proses mendapatkan akreditasi BAN-PT tidaklah mudah. Dimulai sejak Desember, pengajuan akreditasi untuk program Magister Desain melibatkan berbagai tahap evaluasi dan penilaian.
"Syarat akreditasi ini kami terima berdasarkan penilaian yang dimulai saat tahap proposal program studi dan dilanjutkan pada kelengkapan kelayakan akreditasi dalam program studi," kata Dr. Ferric.
Pengajuan akreditasi dilakukan pada bulan Februari dan akhirnya disetujui pada bulan Juli. Komponen yang dinilai meliputi jumlah dosen berkualifikasi, fasilitas, standar penilaian internal, dan kurikulum yang up-to-date.
"Dengan jumlah dosen yang memenuhi syarat, serta fasilitas dan kurikulum yang sesuai, akhirnya kami berhasil mendapatkan akreditasi ini," tambahnya.
Dengan akreditasi ini, pihaknya dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka tawarkan dan memberikan lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk berkembang.
Tag
Berita Terkait
-
Monash University Jadi Tuan Rumah EduVate 2024, Bahas AI di Pendidikan Tinggi
-
Cara Pendidikan Seksual untuk Anak, Cegah Risiko Kejahatan Seks dan Penyakit Menular
-
Beda Pendidikan Erina Gudono dengan Felicia Tissue dan Nadya Arifta, 2 Mantan Kaesang Pangarep
-
Banggar Kritisi Rendahnya Serapan Anggaran Pendidikan, Rp 111 Triliun Tak Terealisasi
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Bisakah Dana Pinjaman Pendidikan Jadi Solusi?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu