Bisnis / Makro
Senin, 09 September 2024 | 15:50 WIB
Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono mengungkapkan cara dirinya mengumpulkan setoran pajak untuk negara sebanyak Rp 2.189,3 triliun di 2025.

Keponakan Presiden terpilih Prabowo Subianto ini akan memperkuat sistem dalam penagihan setoran pajak, misalnya implementasi coretax system. Dalam memperkuat sistem tersebut, dianggarkan dana sebesar Rp 549,39 miliar

"Seiring dengan deployment coretax system tersebut, diperlukan penguatan SDM melalui pengangkatan dan pelatihan jafung, penguatan IT support dan maintenance, perbaikan proses bisnis dan penguatan regulasi dengan alokasi sebesar Rp 549,39 miliar," ujar Thomas dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2024).

Selanjutnya, Thomas juga akan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak yang bersinggungan dengan penerimaan negara. Kemudian, pihaknya akan memperkuat organisasi dan sumber daya manusia (SDM) di bidang perpajakan.

Setelah itu, Thomas akan mempebaiki proses bisnis, di mana memprioritaskan pengawasan atas wajib pajak. Lalu, IT untuk pengumpulan data juga akan diperkuat, serta memperkuat regulasi.

"Untuk tahun anggaran 2025 target penerimaan pajak ditetapkan sebesar Rp 2.189,3 triliun," kata Thomas.

Menurut Thomas, penerimaan pajak diklaimnya terus mengalami peningkatan dari sisi realisasi tahun ke tahun. Dia menyebut, 2023 realisasinya mencapai Rp 1.867 triliun atau 102,73% dari target dan tahun ini ditargetkan mencapai Rp 1.988,88 triliun.

"Adapun juga penguatan di bidang IT dan data, regulasi organisasi dan SDM, pengawasan dan pengendalian internal, serta kolaborasi di bidang penerimaan negara yang efektif berupa joint program antara DJP dan DJBC," pungkas Thomas.

Baca Juga: Susu Sapi Tak Cukup, Pemerintah Mau Pakai 'Susu Ikan' untuk Dukung Janji Prabowo

Load More