Suara.com - Aplikasi Cleanspark, sebuah akun yang diduga menawarkan investasi bodong berbasis kripto Bitcoin kini menjadi pusat perhatian karena diduga kuat melakukan scam terhadap para investor. Aplikasi Cleansprak, melalui website cleanspark.com menyatakan diri mereka adalah aplikasi penambang bitcoin yang berbasis di Amerika Serikat.
Tidak sampai di situ, Cleanspark menjunjung tinggi transparansi kepada para investor. Hal ini sejalan dengan nilai investasi bitcoin yang digadang – gadang sebagai sarana finansial masa depan yang lebih inklusif.
CEO Cleanspark saat ini adalah Zachary K. Bradford. Ia adalah akuntan yang memimpin perusahaan investasi digital. Bradford mengantongi gelar sarjana dan master di bidang Akuntansi dari Southern Utah University, Amerika Serikat.
Meski demikian, diduga Cleanspark yang belakangan banyak diperbincangkan karena dugaan penipuan di Indonesia belum tentu sama. Dugaan sementara, Cleanspark yang melakukan penipuan mencatut nama Cleanspark sebagai modus kripto bodong.
Modus – modus investasi bodong ini sering digunakan dalam skema penipuan ponzi dalam dunia investasi. Skema ini menawarkan investasi palsu dengan membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. skema ini dicetuskan oleh Charles Ponzi dari Italia, yang kemudian menjadi terkenal pada tahun 1920.
Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah, menyampaikan bahwa masalah utama atas maraknya investasi ilegal adalah disebabkan oleh rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat.
Untuk menghindari hal tersebut, setiap orang harus membekali diri dengan literasi keuangan yang cukup, sehingga mampu berpikir logis untuk tidak mudah tergiur terhadap tawaran investasi agar dapat menahan diri dan terhindar dari kerugian.
Beberapa ciri skema Ponzi yang kerap dijumpai adalah menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dan tanpa risiko, proses bisnis investasi yang tidak jelas, produk investasi biasanya milik luar negeri, serta pada saat investor ingin menarik investasi malah diiming-imingi investasi dengan bunga yang lebih tinggi. Kemudian pengembalian dana investasi selalu macet di tengah – tengah.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Baca Juga: Investor Kripto RI Capai 20,9 Juta, Transaksi Tembus Rp48 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?
-
Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian
-
5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih
-
Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut
-
Lima Tahun Diabaikan Pemerintah, Warga Mekarsari Lebak Banten Patungan Perbaiki Jembatan Rusak
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Olah Sampah, Warga dan UMKM Harus Ikut Untung
-
BRI Hadirkan Harapan Baru Bagi Mantan Pekerja Migran Indonesia Melalui KUR dan Pemberdayaan UMKM
-
Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh
-
3 Tablet Murah dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta untuk Belajar, Kerja dan Hiburan