Suara.com - Tahun ini, Prabowo Subianto menerapkan sejumlah syarat untuk menggaet menteri – menteri yang akan membantunya di dalam pemerintahan. Menurut Juru Bicara Prabowo, Dahnir Anzar Simanjuntak menyebutkan kabinet pemerintahan mencari menteri dan jajarannya dengan tiga kriteria utama yakni memiliki integritas dan komitmen antikorupsi, kompetensi, dan loyalitas. Pemilihan menteri memang menjadi hak prerogatif presiden.
Saat ini sejumlah nama telah masuk dalam bursa calon menteri kabinet Prabowo Subianto. Mulai dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hingga Veronica Tan. Namun, sejumlah pakar menyayangkan minimnya keterwakilan perempuan dalam kabinet ini.
Pakar hukum dari Universitas Indonesia Titi Anggraini menilai hal tersebut sangat disayangkan. Apalagi dalam hitung-hitungannya, keterwakilan perempuan di bakal kabinet Prabowo-Gibran tidak sampai 20 persen.
"Dari nama-nama yang dipanggil dan diproyeksikan menjadi menteri dan wakil menteri, terlihat bahwa jumlahnya sangat minim bahkan tidak sampai 20 persen ya dari harapan keterwakilan perempuan 30 persen. Tentu itu sangat disayangkan," katanya seperti dikutip Antara.
Titi menilai bahwa secara ideal, jumlah keterwakilan perempuan harusnya semakin menguat dari pemerintahan yang sebelumnya kepada pemerintahan berikutnya. "Tapi justru kalau dari sisi perkembangan terbaru, keterwakilan perempuan di kementerian mengalami penurunan," katanya.
Lebih lanjut, ia berharap minimnya keterwakilan perempuan dalam kabinet tersebut tidak menjadi indikasi tersisihnya peran perempuan dan seolah menjadi tidak penting di pemerintahan yang baru.
Ia juga berpendapat apabila jumlah perempuan di posisi-posisi strategis pemerintahan semakin rendah, maka akan memberikan impresi yang buruk pada pendidikan politik, seolah-olah tata kelola pemerintahan tanpa keterlibatan perempuan pada posisi strategis merupakan hal yang wajar. "Saya kira pemerintahan yang baru harus menjelaskan mengapa pemilihan menteri sangat minim dalam menyodorkan keterwakilan perempuan," kata Titi Anggraini.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Baca Juga: Baliho "Terima Kasih Jokowi" Bertebaran Tanpa Ma'ruf Amin, Ada Apa?
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?