Suara.com - Menteri Desa Yandri Susanto mendadak menuai sorotan publik. Hal ini terjadi usai salah satu menteri di kabinet Prabowo Subianto itu disentil Mahfud MD.
Dilansir dari akun X-nya, Mahfud MD menyentil Yandri Susanto usai mendapati ada undangan haul memperingati wafatnya ibu dari Menteri Desa tersebut. Rekam jejak dan kekayaan dari Yandri pun banyak disorot karena tak bisa membedakan antara urusan pribadi dan jabatannya sebagai menteri.
Dalam undangan itu terdapat kop bertulis Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Republik Indonesia. Hal ini yang kemudian dipermasalahkan Mahfud MD. "Saran hari ke-2 kepada Menteri Desa. Kalau benar surat di bawah ini dari menteri, maka ini keliru," tulis Mahfud MD dikutip Selasa (22/10/2024).
"Acara keluarga seperti haul Ibu dan peringatan hari agama di ponpes mestinya yang mengundang pribadi atau pengasuh ponpes," sambungnya. Disentil Mahfud MD padahal baru 2 hari menjabat sebagai Menteri Desa, mungkin banyak yang penasaran dengan profil, tak terkecuali harta kekayan Yandri Susanto.
Rekam Jejak dan Kekayaan Yandri Susanto
Yandri sebenarnya bukan figur baru dalam dunia politik Tanah Air. Dia menggantikan Zulkifli Hasan dalam jabatan sebagai Wakil Ketua MPR. Keputusan itu dibuat DPP PAN setelah Zulhas yang saat itu ditunjuk sebagai menteri perdagangan.
Surat DPP PAN terkait dengan penunjukan Yandri tersebut akan diserahkan oleh Ketua Fraksi PAN MPR RI Jon Erizal kepada pimpinan MPR RI. Yandri saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi VIII DPR RI dan merupakan anggota DPR RI selama tiga periode. Di DPP PAN, saat ini Yandri menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PAN.
Yandri Susanto lahir 7 November 1974. Dia menjabat sebagai anggota DPR-RI selama tiga periode (2012–2014, 2014–2019 dan 2019–2024). Pada periode ketiga ini, ia mewakili daerah pemilihan Banten II, yang meliputi Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang. Dia diketahui menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Bengkulu (1998).
Dilansir dari LHKPN KPK, Yandri Susanto melaporkan memiliki total harta kekayaan sebesar Rp20.760.411.788 pada 31 Desember 2023. Yandri Susanto melapor mempunyai 28 tanah dan bangunan senilai Rp18.052.816.000 yang tersebar di Serang, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan.
Aset kekayaan yang dimiliki politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu ada juga yang berbentuk alat transportasi dan mesin. Ia memiliki 3 alat transportasi dan mesin senilai Rp593.000.000. Meliputi Daihatsu Xenia Minibus 2010, Toyota Camry Sedan 2013, dan Toyota Alphard Minibus.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru