Bernasib sama seperti kebanyakan usaha, bisnis Nanik menghadapi guncangan hebat tidak lama setelah pandemi COVID-19 melanda pada 2020 silam.
Nanik terpaksa menutup gerai usahanya karena kebijakan saat itu, yakni pembatasan aktivitas di luar ruangan. Padahal, setahun sebelumnya Nanik baru saja membuka cabang usaha baru.
Sempat berhenti usaha, Nanik tidak mau menyerah dengan keadaan. Di tengah kondisi usaha yang terpuruk karena wabah Virus Corona, ia 'dipertemukan' dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui salah satu program andalannya, Brilianpreneur.
Program Brilianpreneur atau BRI UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur sejak 2019 hingga 2024 telah membuktikan perannya dalam mendukung para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia untuk berkembang.
Selama lima tahun, Brilianpreneur BRI telah menjangkau ribuan UMKM di berbagai sektor. Pada tahun 2019, acara ini pertama kali melibatkan lebih dari 150 UMKM dengan target pasar ekspor. Selanjutnya, tahun demi tahun, program ini semakin berkembang, dengan lebih banyak peserta dan pendapatan yang dihasilkan dari transaksi ekspor. Pada 2022, BRI melaporkan sekitar Rp1 triliun dalam potensi transaksi dari agenda ini.
Dukungan BRI ini, sekaligus menunjukkan bukti teori dari Drucker dan pakar lain di bidang kewirausahaan, yang mengatakan bahwa UMKM yang mendapat dukungan dalam bentuk akses pasar, pelatihan bisnis, dan pendampingan cenderung lebih tahan banting terhadap tekanan dan memiliki peluang besar untuk berkembang.
Faktor-faktor ini terbukti menjadi kunci kesuksesan program Brilianpreneur BRI, di mana peserta diberikan pelatihan intensif dan pendampingan dari pakar bisnis, selain dukungan logistik dari BRI. Pakar ekonomi seperti Schumpeter menekankan pentingnya inovasi dan dukungan infrastruktur bagi perkembangan UMKM, dan program Brilianpreneur mengaplikasikan hal ini dengan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan manajemen yang siap bersaing secara global.
Melalui program yang juga didukung oleh Rumah Kreatif BUMN BRI Yogyakarta itu, Nanik memulai memasarkan usahanya menuju pasar yang lebih luas melalui 'dunia digital'.
Strategi pemasaran digital yang ia pelajari terbukti menjadi penyelamat. Mulai dari rekrutmen karyawan khusus untuk penjualan online hingga penggunaan akun Instagram dengan nama dawet_ireng_wongndeso, Nanik secara bertahap memperluas jangkauan pasarnya.
Baca Juga: Dorong Peningkatan Ekonomi Desa, SIG Bantu Pengembangan UMKM dan Infrastruktur Pertanian
Bahkan ketika kebijakan PPKM membuatnya tak dapat berjualan langsung, upaya ini memungkinkan Nanik untuk tetap terhubung dengan pelanggan di berbagai lokasi dan menjangkau pasar yang lebih potensial.
Bahkan, usahanya tidak hanya berhasil bangkit dari keterpurukan. Tapi semakin berkembang dengan omzet yang terus naik dari waktu ke waktu.
Pemasaran Nanik tidak main-main, tidak hanya sekedar menjual es dawet di Instagram lantas menunggu order. Ia juga menjual es dawetnya di lintas media sosial.
“Saya jemput bola. Semua grup-grup Facebook saya masuki untuk jualan,” ucap Nanik. Keuletan Nanik terbalas ciamik, usahanya makin dikenal masyarakat. Tidak hanya di Yogyakarta saja, tapi juga hingga luar daerah.
Langganan usahanya kini tidak hanya masyarakat pada umumnya. Ia juga hampir selalu menerima order dari instansi pemerintah hingga perusahaan BUMN, yang bermula dari keaktifannya membagikan produk di media sosial.
Inovasi dan Adaptasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun
-
Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim