Suara.com - Saat bertransaksi menggunakan e-wallet OVO, tak jarang kamu akan mengalami kendala, seperti saldo terpotong meski transaksi gagal, atau masalah pembayaran lainnya. Kalau kamu mengalami kendala seperti ini, kemana harus mencari bantuan? Yuk, cari tahu berapa nomor call center OVO yang bisa kamu hubungi.
OVO merupakan sebuah platform pembayaran digital yang populer di Indonesia. OVO menawarkan berbagai layanan, seperti transaksi online maupun offline, termasuk pembayaran di merchant yang bekerja sama.
Selain itu, OVO juga bisa digunakan untuk transfer atau menerima uang antar pengguna OVO atau bank. OVO juga bisa digunakan untuk menyimpan saldo untuk berbagai transaksi. Bahkan, OVO juga menyediakan layanan seperti investasi, pinjaman, dan asuransi.
Bagi pengguna OVO, penting untuk mengetahui call center OVO resmi, terlebih lagi saat OVO milikmu bermasalah. OVO ini menyediakan beberapa pilihan nomor call center.
Call Center OVO Resmi
Dilansir dari situs resmi OVO, beberapa call center resmi OVO yaitu no telepon via OVO user, OVO Merchant, email, Instagram, Twitter, dan Facebook.
- Nomor telepon: 1 500 696 untuk OVO User dan 1 500 167 untuk OVO Merchant
- Email: cs@ovo.id untuk OVO User dan merchant.support@ovo.id untuk OVO Merchant
- Instagram: @ovo_id
- Twitter: @ovo_id
- Facebook: @OVOIDN
Penting untuk diketahui juga bahwa jika OVO milikimu bermasalah, sebelum menghubungi call center, coba kamu selesaikan sendiri dulu melalui beberapa langkah berikut ini:
- Cek Koneksi Internet: Pastikan koneksi internetmu stabil, karena masalah seringkali terkait dengan jaringan.
- Update Aplikasi: Pastikan kamu menggunakan versi terbaru dari aplikasi OVO. Periksa di Google Play Store atau App Store.
- Restart Aplikasi: Tutup aplikasi OVO dan buka kembali. Terkadang, ini bisa menyelesaikan masalah sementara.
- Cek Saldo dan Transaksi: Pastikan saldo cukup untuk transaksi yang ingin dilakukan, dan periksa riwayat transaksi untuk memastikan tidak ada yang terlewat.
Jika langkah-langkah di atas sudah kamu lakukan namun OVO milikmu masih tetap bermasalah, maka kamu bisa langsung menghubungi call center melalui kontak OVO resmi seperti yang telah disebutkan di atas.
Demikian ulasan mengenai nomor call center OVO an beberapa tips yang bisa dilakukan jika OVO mengalami masalah/error.
Baca Juga: Cara Beli Pulsa dan Paket Data Pakai OVO, Mudah untuk Semua Operator Seluler
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru