Suara.com - Perkembangan teknologi keuangan di Indonesia, berbagai metode pembayaran memang terus bermunculan untuk memudahkan transaksi sehari-hari. Salah satu inovasi yang terbaru adalah penggunaan QRIS PayLater.
Apa itu QRIS PayLater? PayLater QRIS merupakan salah satu fitur yang memadukan antara kemudahan QRIS dengan konsep “Bayar Nanti” atau pay later.
Dengan QRIS PayLater, Anda bisa melakukan pembayaran di berbagai merchant yang menerima QRIS, kemudian membayarnya nanti dalam jangka waktu tertentu.
Ini bisa menjadi solusi ideal bayi Anda yang ingin lebih fleksibel dalam mengatur keuangan, terutama saat sedang tidak membawa uang tunai atau ingin mengelola pengeluaran dengan lebih baik.
Menggunakan QRIS PayLater menawarkan berbagai keuntungan yang dapat membantu Anda dalam melakukan transaksi dengan lebih mudah dan nyaman.
Anda bisa bertransaksi di ribuan merchant di seluruh Indonesia yang menerima pembayaran QRIS, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran dan pusat perbelanjaan besar, semuanya bisa menerima pembayaran dengan QRIS.
Inilah yang membuat PayLater QRIS sangat praktis untuk digunakan dalam berbagai situasi, terutama jika Anda sering berjalan-jalan dan berbelanja di berbagai tempat.
Paylater yang Bisa QRIS
Saat ini, beberapa layanan PayLater sudah mendukung pembayaran melalui QRIS. Tentu saja, ini sangat memudahkan para pengguna untuk melakukan transaksi di berbagai merchant yang mendukung QRIS.
Baca Juga: Ekspansif! Akulaku Perluas Layanan Paylater ke Ritel Luring
Berikut ada beberapa opsi layanan PayLater yang bisa digunakan dengan QRIS:
1. Gojek PayLater: Gojek PayLater mendukung pembayaran di berbagai merchant yang menerima QRIS, baik untuk makanan, belanja, atau layanan lainnya.
2. Shopee PayLater (SPayLater): Shopee PayLater juga bisa digunakan untuk transaksi offline di merchant yang mendukung QRIS dengan ShopeePay.
3. OVO PayLater: OVO PayLater dapat Anda gunakan pada merchant yang mendukung QRIS melalui saldo OVO, khususnya di lokasi-lokasi offline.
4. DANA PayLater: DANA juga menawarkan layanan PayLater yang bisa Anda gunakan pada merchant yang menerima QRIS.
Tapi pastikan juga untuk mengecek syarat dan ketentuan masing-masing layanan karena ketersediaan PayLater di QRIS ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan merchant.
Berita Terkait
-
Ekspansif! Akulaku Perluas Layanan Paylater ke Ritel Luring
-
Kredivo Bisa untuk Bayar MRT, Pertama Kalinya Paylater Ada di Transportasi Umum
-
57% Orang RI Pilih Paylater, Kredivo Perluas Jaringan ke Grup Djarum
-
Fitur Baru Traveloka, Bisa Belanja di Toko Offline Pakai Paylater
-
Perbedaan Traveloka Paylater dan Traveloka Paylater Card
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia
-
Target Harga BUMI Saat Sahamnya Hancur Lebur Ditekan Aksi Jual Massal
-
Mengenal ORI029: Imbal Hasil Tetap Hingga 6 Tahun dan Cara Beli
-
Profil PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP): Pemegang Saham dan Kinerja
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Bisa Dibeli Hari Ini, Simak Jadwal Lengkapnya
-
Promo Tiket Pesawat Pelita Air Periode 1-28 Februari 2026
-
Daftar Website Freelance 2026 dengan Gaji Dolar
-
Rincian Gaji dan Skema Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG Makan Bergizi Gratis
-
Raksasa Ritel Jepang Perluas Ekspansi di RI, Incar Kawasan Pinggiran
-
Investor Asing Borong Saham Rp4,05 Triliun Sejak Awal Tahun