Suara.com - Viral di media sosial sebuah video yang menampakkan sweeping oleh ormas yang diduga beranggotakan orang Minang terhadap sebuah warung Padang di Cirebon, Jawa Barat. Buntut permasalahannya, warung Padang tersebut tidak dikelola oleh orang Padang asli. Namun benarkah orang suku lain tak boleh mengelola rumah makan Padang?
Orang – orang Padang selama ini dikenal sebagai suku yang pandai berdagang dan suka merantau. Padang bahkan memiliki plesetan “pandai dagang.” Dari tradisi merantau inilah warung Padang gampang ditemukan di berbagai kota, bahkan di luar negeri sekalipun. Salah satu makanan yang wajib tersedia di warung Padang tersebut adalah rendang.
Menelisik sejarahnya, rendang adalah makanan yang terbuat dari daging sapi yang direbus dengan aneka bumbu dan santan.
Dikutip dari Journal of Ethnic Foods, ada arsip Belanda tentang Minangkabau yang menyatakan kontak reguler antara India dan Sumatera Barat pada awal milenium kedua. Disebutkan bahwa kombinasi antara daging dan rempah-rempah yang dikenal sebagai kari di India Utara, diyakini sebagai asaal usul rendang.
Kari Massaman dari India hampir sama dengan gulai, dan kuahnya mengandung santan. Kari ini dimasak kembali menjadi kalio yang kuahnya jadi lebih kental, kecoklatan, dan berminyak karena panas. Orang Minang memasaknya lagi hingga warnanya menjadi lebih gelap, dan dagingnya menyerap kuah.
Dikatakan bahwa teknik memasak daging hingga kering ini dapat memperpanjang umur simpan makanan. Di kalangan Melayu, rendang umumnya dibuat menggunakan daging sapi atau ayam, dengan tambahan berbagai jenis kacang-kacangan dan sayuran.
Jenis rendang ada bermacam-macam, dan jenisnya ini tergantung pada stok bahan dan kondisi lingkungan di daerah tertentu di Sumatera Barat.
Beberapa jenis rendang di antaranya adalah rendang lokan (rendang kerang) dari Painan atau Pariaman; rendang belut (rendang belut) dari Batusangkar; rendang itik (rendang bebek) dan rendang jariang (rendang jengkol) dari Bukittinggi; rendang pensi (rendang kerang) dari kawasan Danau Maninjau; dan rendang daun kayu, rendang telur (rendang telur), rendang ayam (rendang ayam), rendang sapuluik itam (rendang ketan hitam), rendang tumbuak (rendang daging sapi berbentuk bulat), dan rendang telanjang (nasi ketan putih) rendang) dari Payakumbuh. Namun semua itu memiliki teknik memasak yang sama.
Karena tradisi merantau pula, di daerah dengan tingkat mobilitas tinggi, rendang menjadi terkenal. Penyebaran rendang ke wilayah Melayu lainnya terutama disebabkan oleh para pelancong dari Minangkabau yang bepergian dari satu tempat ke tempat lain.
Dikatakan bahwa orang Minangkabau melakukan perjalanan sambil membawa rendang sebagai bekal selama perjalanan jauh mereka. Kebiasaan menempuh perjalanan jauh dan perkembangan media massa yang maju turut berkontribusi dalam penyebaran makanan Minang di luar Minangkabau.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Ormas Cirebon Razia Rumah Makan Padang Non-Minang, Netizen: Japanese Food Harus Orang Jepang?
-
Karpet Merah Jokowi untuk Ormas Agama 'Main' Tambang
-
Suswono Mengakui Kesalahannya usai Singgung Janda dan Pria Pengangguran, Ormas Betawi Ini Jadi Lapor Polisi?
-
Winda Viska Jualan Nasi Padang
-
Hercules Siap Kerahkan 10 Ribu Anak Buah, Pelantikan Prabowo-Gibran 20 Oktober Bakal Dikawal Ormas GRIB Jaya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'
-
Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya
-
Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen
-
HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM
-
Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online
-
Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
-
Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa
-
Aturan Pajak Marketplace Resmi Berlaku, Cek Daftar Omzet yang Bebas Potongan
-
Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun, Kapan?