Suara.com - Fesbul (Festival Film Bulanan) telah menemukan dua film pendek terbaik yang mewakili Tanah Minang. Kedua film itu adalah RANUANGAN (2024) dan NO UFO SIGHTINGS IN A THIRD WORLD COUNTRY (2024).
Kedua film pendek ini dipilih secara ketat oleh tim kurator Fesbul dalam rangkaian Fesbul 2024: Lokus 9 Open Submission yang telah berlangsung pada 2 Oktober – 12 Oktober 2024. Open Submission ini sendiri memang mengikuti kegiatan Workshop Fesbul 2024: Lokus 9 di Kota Padang.
Di mana dalam kegiatan workshop tersebut, dihadiri oleh 20 peserta terpilih yang memang memiliki ketertarikan dengan dunia film pendek.
Fesbul sendiri memang setiap tahunnya secara rutin melangsungkan kegiatan workshop sekaligus open submission untuk film-film pendek di sepuluh lokasi seluruh Indonesia.
Di mana dalam setiap lokasi alias lokus itu, dipilih dua film pendek yang akhirnya akan kembali ‘bertarung’ untuk memperebutkan posisi lima film terbaik untuk acara puncak Perayaan Fesbul 2024 yang bakal digelar pada 17 November 2024 mendatang.
Sebagai salah satu lokus dengan antusiasme cukup tinggi, dua film pendek yang dipilih oleh Fesbul memang memiliki cerita yang menarik. Film RANUANGAN sendiri merupakan film mengenai perempuan Minangkabau yang juga disutradarai oleh wanita, Khelda Dewi Suryani.
Film fiksi produksi Alir Pictures ini adalah bagian dari program film funding Layar Perempuan milik Indonesiana TV. RANUANGAN akan menyuguhkan konflik yang dialami Mira antara memilih masa depan dengan tradisi dan warisan keluarganya.
Sedangan NO UFO SIGHTINGS IN A THIRD WORLD COUNTRY adalah film pendek yang diarahkan oleh Aby Kusnidar dan diproduksi oleh Sunshower Films.
Film berdurasi 14 menitan itu mengisahkan tentang dua remaja laki-laki pemburu UFO di bekas ladang minyak Pan American yang terbengkalai. Sama seperti kedua film pendek yang terpilih itu mengusung cerita sosial yang cukup kuat.
Baca Juga: Ulasan Film Strange Darling, Thriller Nonlinear dengan Visual yang Memukau
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kedua film itu akan bersaing dengan 18 film pendek lainnya untuk meraih lima slot film terbaik yang akan dibawa Fesbul bersama Kemenparekraf ke film-film market internasional di tahun 2025.
Film pendek manakah yang akan menjadi kebanggaan sineas-sineas Minangkabau nanti? Jawabannya akan terungkap dalam Malam Anugerah Fesbul 2024 di Djakarta Theatre akhir pekan ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran
-
Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu
-
Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Mulai Juni: Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!